Pengertian, Fungsi, Manfaat, Tujuan Serta Contoh Jurnal Umum, Lengkap!!!

Pengertian, Fungsi, Manfaat, Tujuan Serta Contoh Jurnal Umum, Lengkap!!!

Jurnal Umum- Dalam suatu perusahaan tidak hanya membutuhkan manajemen akuntansi, jurnal khusus dan laporan keuangan saja. Namun perusahaan juga membutuhkan Neraca Saldo dan Neraca Lajur yang membantu menyusun laporan keuangan.

Namun bukan hanya hal-hal di atas yang dibutuhkan, jurnal umum juga dibutuhkan dalam membantu menyusun laporan keuangan perusahaan.

Jurnal sangat berpengaruh dalam perekonomian suatu perusahaan karena jurnal adalah tempat dicatatnya setiap transaksi. Transaksi pembelian maupun transaksi penjualan.

Setelah kemarin kita membahas tentang jurnal khusus kali ini kita akan membahas tetang jurnal umum.

Pengertian Jurnal Umum

Kata jurnal berasal dari bahasa perancis yaitu jour  yang artinya hari.

Sedangkan jurnal umum adalah jurnal atau buku harian yang mencatat segala aktivitas transaksi keuangan pada peiode tertentu baik itu transaksi jual atau beli.

Dalam pencatatan jurnal umum dicatat secara urut kejdian transaksinya atau secara kronologis. Pencatatan ini dilengkapi dengan mencantumkan nama transaksi, kelompok akun.

Tujuan Jurnal Umum

Jurnal umum atau General ledger memiliki beberapa tujuan yaitu :

1). Melakukan identifikasi terhadap transaksi yang terjadi.

2). Melakukan penilaian terhadap suatu transaksi.

3). Melakukan pencatatan terhadap dampak ekonomi dari berbagai transaksi yang terjadi dalam perusahaan.

4). Memberi kemudahan dalam proses pemindahan dari dampak suatu transaksi yang terjadi ke dalam sebuah akun sesuai transaksi.

Prinsip Dasar Dalam Membuat Jurnal Umum

Dalam membuat jurnal umum perlu diperhatikan prinsip-prinsip pembuatannya.

Berikut prinsip-prinsip pembuatan jurnal umum :

  • Membuat identifikasi bukti transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan. Misalnya kuitansi, nota dan faktur.
  • Mencatat dan menentukan akun yang mungkin memiliki pengaruh dalam setiap transaksi yang terjadi dan diklasifikasikan dalam jenis hutang, harta, atau modal.
  • Menentukan apakah terjadi pengurangan atau penambahan terhadap akun-akun yang terhubung dengan transaksi.
  • Menentukan dan mencatat apakah transaksi melakukan kredit atau debit.
  • Membuat catatan transaksi ke dalam general ledger berdasarkan bukti-bukti transaksi yang ada.

Itulah 5 prinsip pembuatan jurnal umum yang harus diterapkan ketika akan membuat jurnal umum

Fungsi Jurnal Umum

Jurnal umum atau general ledger  memiliki beberapa fungsi yaitu :

sejrah, buku, lama
images by free photos by pixabay

1). Fungsi Historis

Di dalam jurnal umum setiap transaksi ditulis secara urut menurut kronologisnya, sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. Karena ditulis berdasarkan tanggal kejadiannya tersebut jurnal umum memiliki fungsi historis.

laptop, akuntansi, bolpen, menulis, meja
images free photos from pixabay

2). Fungsi Pencatatan

Jurnal umum memiliki fungsi pencatatan yaitu mencatat segala transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Segala sesuatunya dicatat seperti tiap terjadinya perubahan modal, biaya, kekayaan dan pendapatan harus dicatat dulu ke dalam jurnal umum, supaya laporan keuangan dalam perusahaan lengkap.

kaca pembesar, bola dunia, penelitian
images by geralt from pixabay

3). Fungsi Analisis

Semua pencatatan transaksi yang dicatat dan dilakukan dalam jurnal umum adalah hasil dari analisis transaksi debit dan kredit. Pencatatan kredit dan debit ini dilakukan secara mendetail yaitu ditulis jumlah dan nominal transaksi debit kredit yang dilakukan.

Analisis ini meliputi pengolongan nama akun, pencatatan kredit atau debit, serta jumlah atau besar transaksi yang dilakukan.

intruksi, panah, petunjuk
images by stux from pixabay

4). Fungsi Intruksi

Jurnal umum memiliki fungsi instruktif dalam proses memasukkan data ke dalam buku besar.

Proses pencatatan ini tidak hanya sebatas pencatatan dokumen namun pencatatan ini memiliki sifat perintah atau petunjuk kredit dan debit.

buku, informasi, rak, jendela dunia
images by mysticsart from pixabay

5). Fungsi Informatif

Di dalam jurnal umum terdapat informasi lengkap tentang transaksi yang terjadi, maka dari itulah jurnal umum memiliki fungsi informatif.

Manfaat Jurnal Umum

Jurnal umum memiliki manfaat yaitu :

  1. Mengetahui akan timbul pertambahan atau pengurangan keuangan perusahaan.
  2. Bisa memperkirakan suatu jumlah transaksi yang akan dicatat.
  3. Mengetahui jumlah debit dan kredit di dalam catatan seimbang atau tidak.
  4. Untuk mengetahui jumlah yang sudah diposting ke perkiraan yang tepat pada buku besar sudah sesuai perkiraannya atau belum dengan membuat tanda.
  5. Untuk dibuat referensi (tanda) supaya diketahui suatu jumlah transaksi sudah di posting ke perkiran yang tepat di buku besar, sesuai nomor perkiraan.

Contoh Jurnal Umum

jurnal, angka, akuntansi
images by zahir accounting

Keterangan Gambar :

1). Kolom tanggal untuk mengisi tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.

2). Kolom yang berisi nama akun yang dipengaruhi oleh transaksi dan keterangan kejadian transaksi.

3).  Kolom Ref berisi menunjukkan nomor referensi akun atau kode akun yang melakukan transaksi.

4). Kolom menunjukkan jumlah transaksi yang mempengaruhi sisi debit.

5). Kolom 5 menunjukkan jumlah transaksi yang mempengaruhi sisi kredit.

Pembahasan transaksi di toko bangunan jaya abadi per-31 Agustus 2007 :

  1. Dari transaksi pada tanggal 12 Agustus 2007 kas akan bertambah karena penyetoran uang yang dilakukan pembeli bahan material dilakukan secara tunai, sehingga akun kas bertambah di sisi debit. Dan modal juga akan bertambah, modal bertambah di sisi kredit. Maka jurnal umum yang dibuat adalah : Kas 15.000.000 dan Modal 15.000.000.
  2. Dari transaksi tanggal 15 Agustus 2007 tertera bahwa toko jaya abadi membeli perlengkapan material secara kredit sehingga perlengkapan bertambah di sisi debit dan Hutang Usaha di sisi kredit . Maka jurnal umum yang akan ditulis yaitu : Perlengkapan 2000.000 dan Hutang 2000.000.
  3. Dari transaksi tanggal 30 Agustus 2007 toko bangunan jaya abadi harus membayar beban listrik maka beban akan bertambah di sisi debit dan kas akan  berkurang di sisi kredit.

Keterangan : Antara kredit dan debit jumlahnya harus sama tidak boleh beda, harus ballance (seimbang) antara satu dengan yang lain.

Cukup Sekian

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Leave a Comment