Ketika Hasil Mengkhianati Usaha

Ketika Hasil Mengkhianati Usaha

Pernah merasakan kepedihan karena hasil tak sesuai harapan? Bahkan hasil tak sesuai dengan usaha? Ketika kita sudah berusaha keras namun hasilnya di bawah rata-rata? Atau pernah merasa sia-sia dalam belajar karena jika belajarpun nilainya akan sama. Punya teman yang kamu heran karena dia tanpa usaha namun nilainya bisa di atas rata-rata. Dan saat itu juga kamu merasa iri atau apa pun itulah.
Dan ketika kejadian di mana kawanmu nilainya lebih perfect di bandingkan dirimu di saat itulah kamu merasa down dan merasa bahwa dirimu tidak mampu untuk lebih baik dari dia. Tapi tanpa kamu tahu dan tanpa kamu sadari di situlah setan akan membisikimu dan membuatmu berputus asa. Kamu akan merasa bahwa dirimu tidak bisa dan kamu mulai berhenti untuk berusaha, dan tanpa kamu ketahui setan bersorak ria karena dia bisa membuat dirimu sedikit putus asa.

Tanpa Kamu Sadari

 

Dan ketika kamu merasa berputus asa tanpa kamu sadari ada yang menertawaimu. Siapa yang tega menertawimu ketika kamu sedang terpuruk? Mereka yang membencimu ketika kamu berhasil. Tanpa kamu sadari juga ada yang menertawakanmu ketika kamu berputus asa ysa, dialah setan yang selalu membisikimu untuk berputus asa dan ternyata misinya berhasil.
Tanpa kamu sadari juga ketika kamu merasa berputus asa ada yang sedih atas keterpurukanmu, ya mereka adalah orang tuamu, yang suda membesarkanmu dan memberikan segalanya untukmu. Mereka sedih melihat anaknya begitu terpuruk dan berputus asa, segala cara mereka lakukan untukmu agar engkau tak lagi terpuruk.

ini ceritaku…

pigura, story, tembok
image by mitand from pixabay

 

Aku lahir di keluarga yang tak peduli nilai (pelajaran) , aku bersyukur atas itu. Karena aku melihat teman-temanku yang orangtuanya selalu menekankan anaknya untuk mendapat nilai bagus dan itu tanpa di sadari membuat anak mereka tekanan batin. Dan tanpa orangtua sadari juga anak yang di tekan untuk mendapat nilai sempurna bisa membuat mereka memiliki sikap introvert.
Orangtuaku tidak terlalu mempedulikan nilai anak-anaknya (tapi bukan berarti kami kurang perhatian). terutama ibuku mungkin karena beliau tahu jika mengharuskan anak mendapat hasil sempurna itu bisa membuat sang anak merasa tertekan dan bisa menyebabkan anak mengalami depresi tanpa di sadari oleh orangtua.
Tetapi tetap saja ibuku menyuruhku dan para anak-anaknya untuk belajar dan hasil bisa di pikirkan belakangan yang penting usahanya. Pernah aku mendapatkan nilai sejarah di bawah rata-rata, dan apa yang di katakan ibu? Beliau berkata “tak apa mungkin kurang berusaha, besok lagi harus lebih baik” , dan kamu tahu berapa nilai pelajaran sejarahku beikutnya? Ya aku mendapatkan nilai yang untuk memimpikkannya saja aku tak berani, aku mendapatkan nilai 96, tentu saja ibuku senang tak kepalang. Dan aku pun senang jika ibuku senang juga.
Aku mempunyai adek laki-laki jaraknya 2 tahun di bawahku. Dan dia memiliki kepintaran yang bisa di katkan lumayan di atas rata-rata, namun yang membuatku sedikit kesal terhadapnya adalah sikapnya yang sombongnya, untungnya dia bersikap sombong hanya di depan saudara-saudranya dan yang lebih membuatku kesal adalah sikap kemakinya dia. Pernah aku begitu bersemangatnya berusaha tapi ternyata hasilnya benar-benar membuatku ah jangan di tanya sangat membuatku kecewa.
Jadi ceritanya aku bercita-cita ingin melanjutkan kuliah di salah satu Universitas Negeri ternama di kota Solo, entah kenapa ingin aja gitu bukan karena ingin di puji atau hal lainnya, tapi lebih karena ilmunya mungkin ya.
Ujian SMA kulewati, mulai dari try out, USBN,UNBK, setelah melewati itu semua aku di sibukkan mengurus kuliah ambil jurusan apa. setelah kupikir-pikir aku memilih jurusan antara bahasa inggris, sejarah dan sastra arab tapi ternyata Allah memiliki rencana lain untukku.aku tidak di terima di antara jurusa tersebut.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk masuk di jurusan bahasa arab di salah satu kampus yang mempunyai ma’had. Yang di mana antara laki-laki dan perempuan di pisah. Mungkin ini rencana-Nya, mungkin Allah ingin aku mempelajari bahasa al-Qur’an, mempelajari bahasa pokok agama ini.
Dari situ aku belajar bahwa “Hasil Mungkin Mengkhianatimu Tapi yakinlah Allah tidak akan pernah Mengkhianati Hambanya”, kata- kata itulah yang membuatku selalu bersemangat. Dan satu hal yang tak kulupa yaitu selalu husnudzoon atas segala kehendaknya karena Allah bersama prasangka hamba-Nya.

Orang Sukses Selalu Terbiasa Dengan Kegagalan

orang orang sukses, orang-orang pernah gagal, tangan,buku,pensil, laptop
image by pixabay

 

Jika kamu sering gagal dalam mengapai sesuatu anggap aja kamu salah satu calon orang sukses, pede aja kali nggak papa. Gagal itu pasti karena setiap orang akan mencicipinya.
Aku pernah gagal, gagal di banyak hal, entah itu dlam pelajaran atau hal lainnnya. Gagal itu menyakitkan, tentu saja.
Sekarang ini aku belum pernah sukses jadi anggap saja gagal itu sebuah hiburan. Gagal itu sebuah warna, warna dalam kehidupan.

Ingat saja ini, Gagal Itu Sebuah Kepastian, Namun Bangkit Itu Sebuah Pilihan
Jika Hasilmu Mengkhinati Usaha yakinlah Allah tak pernah Mengkhianati Hamba-Nya
Gagal itu sebuah proses yang harus kau lalui untuk sebuah keberhasilan yang pasti
Ketika kamu tahu apa yang harus kamu kerjakan kamu maka tingkat kegagalanmu menurun pesat
Hilangkan ketakutanmu untuk maju maka kamu menjadi selangkah lebih maju
Gagal itu tanda kamu menuju keberhasilan jadi jangan mundur jangan menyerah hanya karena sebuah kegagalan. Karena kegagalan itu adalah sebuah ujian untuk menuju keberhasilan, pilihlah, kamu akan menyerah karena gagal atau akan bangkit karena kegagalan itu dan belajar darinya, pilihlah pikirkan baik-baik karena pilihan ada di tanganmu.
Ketika kamu putus asa karena hasilmu mengkhianati usaha maka bangkitlah yakinkan dirimu bahwa Allah tak pernah mengkhianati hamba-Nya, yang ada hamba-Nyalah yang mengkhianati pencipata-nya. Kamu tahu? ketika kamu mulai bangkit dari kegagalanmu ituada banyak kesempatan sukses di depanmu. Tapi jika kamu tidak bangkit bersiaplah menemui kebodohan di sepanjang umur dan hidupmu.
Ketika kamu berani mengambil keputusan untuk bangkit lagi setelah gagal maka kamu telah melangkah 10 kali lebih cepat untuk sukses. Maka bangkitlah tak ada alasan kamu terus-terusan berada dalam keterpurukan. Keluarlah dari comfort zone agar kamu bisa mengahadapi realitas kehidupan yang sebenarnya, agar kamu tak berada dalam zona nyaman yang di mana tak menguntungkan untukmu.
Jangan sia-siakan waktumu untuk hal yang tak bermanfaat. Gunakan waktumu sebaik mungkin untuk kehidupan yang lebih baik lagi, agar kamu bermanfaat untuk lingkungan sekitarmu, agar kamu tidak menjadi sampah masyarakat.
Kegagalan ada untuk di peelajari bukan untuk ditakuti tetapi kegagalan ada untuk di pelajari, jadi mari belajar dari yang telah lalu. Mari belajar dari kesalahan masa lalu untuk menjadi baik di masa yang akan datang. Mari belajar dari kegagalan untuk sebuah keberhasilan di masa mendatang.

Aku menulis ini untuk orang-orang yang suka di buat terpuruk oleh suatu kegagalan, atau untuk seseorang yang terpuruk karena sebuah ekspetasi yang tak sesuai realita, di sini aku juga masi belajar, belajar untuk memperbaiki dan untuk menjadi lebih baik.

Thanks for readers, mohon maaf mungkin episode kali ini agak kurang jelas karena akunya agak aras-arasen dan nggak punya ide sama sekali.
Saran dan kritik kalian akan sangat membantu 😊.

Leave a Comment