Pengertian Taaruf Beserta Tata Cara Menurut Syariat Islam

Pengertian Taaruf Beserta Tata Cara Menurut Syariat Islam

poster hitam, tulisan
images by taarufjakarta from google

Halo assalamualaikum berjumpa lagi dengan saya di website ngomongdikit.com. semoga nggak bosen ya baca artikel di website saya.
Kali ini ijinkan saya menuliskan tentang ta’aruf. Apa sih ta’aruf itu? Mungkin ada yang udah tau apa itu ta’ruf? Kalau belum tau yok cust langsung kepoin artikel ini.

Arti Ta’aruf

Apa sih ta’aruf itu? Yang pernah belajar bahasa arab pasti tau, karena ta’aruf itu sendiri diambil dari kata bahasa arab تعرف- يتعرف (ta’arafa- ya ta’arafu) yang bisa diartikan saling berkenalan. Tapi di sini bukan sekedar hanya saling berkenalan biasa, tapi berkenalan untuk menuju ke jenjang yang lebih serius, bukan untuk permainan belaka.

Maksudnya ta’aruf disini adalah perkenalan antara seorang laki-laki dan perempuan dengan tujuan menikah bukan dengan tujuan yang lain. Ta’aruf diatur dalam islam agar tak disalah gunakan tujuannya.
Ta’aruf itu perintah Allah yang sudah ada di dalam Al-Qur’an. Lebih tepatnya perintah ini tercantum di surat al-hujurat ayat 13 yang bunyinya

يايها النّاس انّا خلقنكم من ذكرواُنثَى وَجَعَلْنَكُم شُعُوباً وَّ قَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا

“wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal….”
Banyak orang berkata ta’aruf itu pacaran. Tapi dalam kenyataannya didalam islam tidak ada pacaran. Entah itu berembel-embel syar’i, islami atau apapun itu tetap saja pacaran di dalam agama islam itu haram kecuali pacaran setelah menikah.

Tata Cara Ta’aruf

 

bunga, daun berwarna hijau, bunga berwarna pink
images by werrner22briggite from pixabay

Ta’aruf tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena ta’aruf di antara perempuan dan laki-laki itu ada aturannya. Dan salah satu aturannya ada pihak ke 3 agar tak terjadi fitnah dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Maka disini islam sudah memberi aturan dalam menjalankan ta’aruf yaitu dengan adanya pihak ke 3. Tujuan dari ta’aruf adalah untuk saling mengenal antara laki-laki dan perempuan tanpa harus melanggar batasan aturan dalam islam.

Jadi dalam proses ta’aruf ini tidak boleh ikhtilat dan khalwat. Ikhtilat yaitu bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, sedangkan khalwat yaitu berdua-duan saja antara laki-laki dan perempuan tanpa ada batasan dan tanpa adanya mahrom.

Tujuan Ta’aruf

Tujuan ta’aruf adalah untuk mengenal satu sama lain dan menuju ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Tapi tujuan ta’aruf yang lainnya adalah untuk mencari jodoh yang sekufu, sevisi misi dengan kita dan untuk mencari ridho Allah.

Perbedaan antara Ta’aruf dan Pacaran

perempuan muslimah bercadar, laki-laki muslim berbaju putih dan berkopiah, perempuan bercadar hitam, berkrudung pink, berbaju hitam
image by amie nami yumi by google

Perlu diketahui bahwasanya ta’aruf dan pacaran itu berbeda, bahkan bisa dibilang sangat berlawanan. Jika ta’aruf adalah tata cara untuk mengenal seseorang untuk tujuan pernikahan yang dianjurkan atau diperbolehkan oleh agama, sedangkan pacaran adalah tata cara mengenal yang sangat dilarang agama dan hukumnya haram.

Dan sudah bisa di pastikan bahwa ta’aruf manfaatnya lebih besar dan mudhorotnya lebih sedikit dibanding pacaran dan juga ta’aruf tidak membuat pelakunya berdosa. Berbeda dengan pacaran yang mudhorotnya begitu besar dan bisa dipastikan bahwa pelakunya akan terkena dosa karena melakukan zina (pacaran), dan pacaran juga hanya akan membuang-buang waktu saja dan membuang uang (membuang segalanya untuk mendapat dosa).

Pacaran sangat dilarang agama karena sangat memungkinkan pelakunya untuk saling bersentuhan, dan itu tercantum dalam sebuah hadist
“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (H.R. Ar-Ruyani dalam musnad-nya No. 1282, Ath-Thabrani 20/No. 486-487, dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 4544 dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam As-Shahihah No. 226).

Tahapan ta’aruf

Tahapan agar ta’aruf lancar dan sukses yaitu:
1). Melakukan isyarat mau melakukan ta’aruf.
2). Saling bertukar CV ta’aruf
3). Istikharah
4). Memberikan jawaban apakah akan lanjut ke jenjang pernikahan atau tidak
5). Jika ternyata cocok dan ingin lanjut maka bisa masuk ke proses nadzhor (melihat) lalu khitbah (lamaran). Jika dirasa tidak cocok, maka segera disampaikan agar tidak menggantung dan agar bisa melakukan ta’aruf dengan yang lain.

Taaruf itu salah satu jalan yang di ridhoi Allah untuk mencari pasangan hidup. Jadi, dengan taaruf insyaAllah akan mendapat yang terbaik dari Allah tanpa melanggar syariatnya.

Pacaran dan taaruf itu berbeda, di mana bedanya? Pacaran itu tidak melibatkan Allah sama sekali. Tapi kalau taaruf dalam segala hal dia melibatkan Allah dalam segala hal.Jadi hindari pacaran jika benar-benar serius ajak aja dia taaruf, karena taaruf adalah jalan terbaik dari Allah untuk mengenali calon kita. Karena ketika menjalani taaruf kita diperbolehkan bertanya tentang apapun mengenai calon kita.

Sekian tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk yang membaca.
Terima kasih untuk menyempatkan diri mampir ke website saya, jangan bosan-bosan membaca, dan jangan bosan untuk mengkritik saya. Karena saya butuh kritikan dri para Readers setia saya 😉.
Wassalamualaikum wa rohmatullahi wa barakatuh 😊.

Leave a Comment