Runtuhnya Sebuah Negeri

Perbedaan

negeri 1000 pulau, gunung di pinggir laut dan di atasnya awan biru cerahnya, pulau luas dengan pemandangan yang memukau, hutan yang lebat penuh dengan pohon.
sumber gambar pixabay.com

Kita hidup di negeri yang mana di dalamnya ada lebih dari 1000 suku, ada lebih dari 100 bahasa, 34 provinsi , 6 Agama (mungkin sekarang lebih dari itu) dengan 1000 pulau, bagaimana mungkin kita bisa hidup jika tak ada rasa saling menghargai dan toleransi di antara suku dan agama, maka bagaimana kita bisa hidup dengan penuh damai? bagaiman kita bisa merasakan sebuah ketentraman hidup jika menghargai orang lain yang berbeda dari kita saja kita tak bisa? bagaimana kita bisa hidup damai jika menghormati umat beragama lain saja tidak bisa?.
kita hidup di sebuah negeri yang di mana negeri itu penuh dengan perbedaan, tapi bukankah perbedaan itu sesuatu yang wajar? karena perbedaan adalah sesuatu yang membuat semuanya menjadi penuh warna, tapi semua tergantung pada kita bagaimana cara menanggapi perbedaan tersebut karena terkadang ada sebagian masyarakat yang tidak bisa menerima perbedaan yang ada. lalu bagaimana bisa kita hidup jika tidak bisa menerima perbedaan yang begitu beraneka ragam? bukankah hidup tanpa bisa menerima perbedaan itu akan membuat semuanya menjadi sebuah bencana tersendiri? bukankah tidak bisa menerima perbedaan itu sama seperti membuat sebuah konflik? tidak bisa menerima perbedaan itu seperti menciptakan sebuah malapetaka untuk diri kita sendiri. bukankah hidup rukun itu bisa membawa kedamaian? bukankah hidup damai itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi setiap individu karena hidup damai adalah sebuah idaman setiap orang.
Negeri ini memiliki 6 agama dan mayoritas adalah agama islam, di dalam islam kita di ajarkan untuk bertoleransi dan saling menghargai kecuali dalam hal beribadah, dalam setiap kelompok, mayoritas adalah yang menang tapi di negara ini aneh mayoritas selalu kalah, Mayoritas di pandang rendah bahkan mereka kaum mayoritas di injak-injak, Padahal kaum mayoritas itulah yang selalu menciptakan kedamaian, yang selalu mengalah tapi anehnya mayoritas inilah yang juga dipersalahkan di cap kaum terorislah, di klaim kaum berbahayalah, padahal ini mayoritas, bukankah dalam sistem mayoritas itu selalu menang dan benar tapi ini kog kalah? nah loh bingungkan? Gue aja yang nulis juga bingung :V.

Sesuatu yang tak wajar

rumah rusun yang begitu kumuh, dan penuh baju yang tak layak pakai yang tergantung di segala tempat, lingkungan kumuh
sumber gambar pixabay

Hah aneh memang yang benar selalu di klaim salah dan sebaliknya yang salah di klaim benar, padahal pemimpin negri ini konon beragama islam katanya, katanya sih iya tapi entahlah siapa yang tau? Tapi mari berbaik sangka saja dia mungkin islam tapi sedang khilaf, tapi entahlah jika di bilang islam kenapa dia selalu seolah-olah menyalahkan orang muslim dan selalu mengkambing hitamkan umat islam? selalu memandang kaum muslim itu salah, entahlah kita doakan saja semoga pemimpin negri ini segera tersadar atas apa yang di lakukannya.
Rakyat miskin terdzolimi, Umat islam di diskriminalisasi bahkan para ulama di kriminilisasi, rakyat tersiksa dengan harga kebutuhan yang semakin naik, jeritan rakyat kepada pemerintah begitu tedengar membahana, mereka berseru agar pemerintahan menurunkan semua harga pokok namun penguasa negeri tidak peduli dengan jeritan rakyat, dan tidak mau mendengar jeritan mereka seolah-olah tuli dan buta atas penderitaan rakyat, kita memiliki begitu banyak laut yang bisa menghasilkan garam ber ton-ton bahkan mungkin lebih, kita di kenal dengan negara agraris yang begitu banyak lahan pertanian yang bisa menghasilkan beras hingga ratusan ton bahkan mungkin ribuan, kita juga memiliki hutan yang begitu luas hingga di sebut oleh negara lain sebagai paru-paru dunia, kita memiliki begitu banyak kekayaan namun pertanyaannya bagaimana bisa rakyat menderita di negeri yang kekayaannya begitu melimpah? bagaimana bisa harga kebutuhan pokok begitu mahal di negri yang begitu subur ini? saya juga penasaran kog bisa ya? masa iya salah penguasa?tapi kalau bukan penguasa siapa lagi karena yang memiliki akses untuk mengendalikan segalanya adalah penguasa (bukan suudzoon lho ya);v.

Negeri di tepi jurang

para umat muslim berkumpul di lapangan monas untuk menuntut hukuman bagi pengina agama, bendera tauhid, kaum muslimin, bersatu, monas, jakarta, 2 desember
sumber foto panjimas.com

Mari kita lanjutkan ceritanya (btw sampai mana ceritanya?;v), bermainlah ke negeriku, negeriku sungguh indah semua rakyat mengakuinya, bahkan rakyat asing pun mengakuinya, kita memiliki sesuatu yang di incar oleh asing, Tapi kita rakyat menikmati kekayaannya pun tidak, kita memiliki segalanya tapi kenapa kita masih saja import kebutuhan dari negara lain? mungkin karena import itulah bahan pangan dan segala kebutuhan naik tak tangung-tanggung, Jika seperti itu maka yang ada yang kaya tambah kaya yang miskin semakin miskin. jika import terus berulang-ulang maka yang ada penguasa berjaya di atas rakyat menderita, Jika fenomena ini terus berlanjut maka akan ada kriminalitas terjadi di mana-mana, dan sumber daya manusia turun yang berakibat kerugian untuk negara.
Deskriminasi ulama, pelarangan untuk pengibaran bendera tauhid, penyangkalan bahwa bendera tauhid bendera Rasulullah, penghinaan terhadap agama begitu merajalela, penghinaan terhadap kitab suci Al-Qur’an (betapa beraninya dia menghina kitab suci al-qur’an padahal itu adalah wahyu dari pencipta-Nya) dan yang paling (menyakitkan untuk umat muslim adalah ketika dia di hukum tidak sesuai dengan porsinya), kolusi,korupsi, nepotisme begitu marak terjadi di negeri ini, Hukum di negeri ini juga carut marut tak beraturan tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah maksudnya hukum itu tak berlaku untuk orang-orang yang berkuasa atau orang-orang yang berduit tapi untuk rakyat miskin hukum itu begitu berlaku tajam menghujam, pembakaran bendera tauhid juga terjadi tapi sang pembakar tak di hukum lalu di manakah keadilan? Hukum di negeri ini hanya berlaku untuk orang-orang muslim dan untuk orang-orang miskin, namun tak berlaku untuk orang yang berkuasa dan orang kaya.
Maka dari itu, Ada yang perlu di koreksi di negeri ini, ada yang perlu di perbaiki, bagaimana mungkin negeri yang katanya mayoritas muslim namun terhadap ulama mereka tak punya adab dan tata krama, bencana di mana-mana tak ada hentinya, wahai manusia sadarlah itu peringatan Allah untuk kalian agar kalian kembali ke jalanNya, ada yang salah di negeri, negeri ini tak punya daya jika pemudanya hanya kenal berfoya-foya dan meninggalkan agama, pondasi sebuah negeri adalah pemudanya, jika pemuda di negeri trsebut hancur maka hancurlah negeri tersebut, bisa kita lihat fakta di lapangan bahwa pemuda-pemuda zaman sekarang mereka hanya mengenal duniawi saja, Jarang sekali menemukan pemuda yang benar-benar mengenal akhirat sangatlah sulit, yang mereka pikirkan adalah sesuatu yang fana yang tidak abadi, mereka lupa bahwasannya mereka itu pondasi sebuah negara, jika negara mereka hanya memiliki pemuda yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri maka bagaimana negara itu akan maju?.
Jika negara ini tidak segera di perbaiki maka tinggal hitung tahun untuk sebuah kehancuannya, karena tanpa kita sadari negeri ini sudah berada di tepi jurang, di senggol dikit dia akan jatuh ke dalam lubang kehancuran.
Dari tulisan ini aku hanya ingin mengucapkan selamat datang di negeri carut marut ini atau negeri di tepi jurang, Selamat datang di negeri yang di mana mayoritas penduduknya Islam namun Islam tak pernah di hormati sama sekali,

Selamat datang di negeri yang kaya namun penduduknya penuh derita,
Selamat datang di negeri di mana para ulama di diskriminalisasi dan di perkusi sedang para pemberontak di hormati,
Selamat datang di negeri yang mana kamu bisa menemukan pemudanya yang tak peduli akhirat,
Inilah pengalaman sya hidup di negeri antah-berantah.
Dan saya ingatkan satu hal sebuah Negara Tergantung para Pemudanya, Oleh sebab itu wahai para pemuda bangkitlah demi masa depanmu dan demi keutuhan serta kemajuan negaramu.

Ini sedikit tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk saya dan orang lain dan juga semoga bisa menginspirasi orang lain untuk lebih baik dalam mempelajari agama. 🙂

Leave a Comment