Ini Dia Fungsi Dan Unsur Pajak Negara Yang Harus Kamu Ketahui, Lengkap!!

uang, jam, akuntansi, tanaman

Fungsi Pajak-  Dalam setiap negara pasti disetiap warganya dipungut dan diwajibkan untuk membayar pajak.

Seringkali seseorang dibuat kesal karena harus membayar pajak. Namun itu adalah kewajiban kita semua sebagai warga negara.

Namun, tanpa kita ketahui pajak memiliki beberapa fungsi. Dan pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pajak.

Pengertian Pajak

Menurut UU No. 28 tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan (KUP) , pajak adalah  kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara untuk kepentingan kemakmuran rakyatnya.

Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH, pajak adalah iuran rakyat untuk kas negara berdasarkan undang-undang (bersifat memaksa), dan tidak mendapatkan jasa timbal balik (kontrapestasi) yang langsung dapaty ditunjukkan dan dapat diggunakkan untuk mpengeluaran umum.

Unsur-Unsur Pajak

Dari pengertian pajak menurut pendapat di atas pajak memiliki unsur-unsur yang penting di dalamnya, yaitu :

1. Unsur dari Rakyat Kepada Negara

Yang dapat memungut pajak dari rakyat adalah negara itu sendiri. Jadi rakyat memberi pajak untuk negara.

Dan pajak yang diberikan oleh rakyat untuk negara ini harus berupa uang tidak boleh berupa barang.

2. Berdasarkan Undang-Undang

Pajak dipungut berdasarkan aturan yang telah tertulis dalam undang-undang. Oleh karena itu pajak bersifat memaksa, memaksa setiap orang untuk membayarnya sesuai dengan aturan yang ada dan yang telah ditetapkan oleh undang-undang.

3. Kontraprestasi Tidak Langsung

Kontraprestasi atau bisa disebut juga jasa timbal balik dari negara atas dipungutnya pajak. Namun jasa timbal balik ini tidak terlihat secara langsung.

Pembayaran jasa timbal balik secara tidak langsung bisa berupa mengendarai motor tanpa ditilang atu menempati rumah tanpa takut diusir.

4. Pembiayaan Negara

Pajak digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran=pengeluaran yang bermanfaat bagi rakyat luas.

Fungsi Pajak

Pajak memiliki beberapa fungsi, yaitu :

1. Anggaran Atau Budgeting

Pajak merupakan sumber pemasukkan keuangan negara dengan cara menumpulkan dan atau uang wajib (pajak) dari rakyat ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasiaonal atau pengeluaran negara lainnya.

Sehingga pajak juga bisa difungsikan untuk menstabilkan keuangan negara, menstabilkan pengeluaran dan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi)

Pajak juga nerupakan alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial dan ekonomi.

Fungsi pajak sebagai pengatur yaitu :

  1. Pajak bisa digunakan untuk menghambat laju inflasi.
  2. Pajak dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong kegioatan ekspor.
  3. Pajak bisa memberi fungsi proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri, contohnya : PPN (Pajak Pertaambahan Nilai).
  4. Pajak juga dapat mengatur dan menarik investasi modal yang dapat membantu perekonomian agar semakin produktif.

3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi)

Pajak bisa digunakan untuk menyelesaikan dan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

4. Fungsi Stabilitasi

Pajak juga berfungsi untu menstabilkan kondisi dan keadaan perekonomian. Seperti mengatasi inflasi.

Pemerintahan menetapkan pajak yang tinggi sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi, sedangkan untuk mengatasi ekonomi yang lemah atau deflasi, pemerintah menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar dapat ditambah dan deflasi dapat di atasi.

Jenis Pajak yang Dipungut Pemerintah dari Masyarakat

Terdapat beberapa jenis pajak yang dipungut pemerintah dari masyarakat atau bisa disebut sebgai wajib pajak.

1. Jenis Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutan

Berdasarkan sifatnya pajak dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

 a. Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax) 

Adalahn pajak yang harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak bisa dialihkan ke pihak lain.

Pajak ini dibayar secara berkala tergantung pada surat ketetapan pajak yang telah ditentukan oleh kantor pajak.

Surat ketetapan wajib pajak ini memiliki ketetapan jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak.

Contoh pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB).

 b. Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)

Merupakan pajak yang pembayarannya dapat dialihkan ke pihak lain (kebalikan dari direct tax). Pajak ini ditagihkan berdasarkan peristiwa atau aktivitas tertentu, jadi pembayarannya tidak secara berkala.

Pemerintah memungut biaya pajak ini jika peristiwa tersebut terjadi oleh wajib pajak. Contoh pajak tidak langsung adalah pajak penjualan barang mewah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea materai dan cukai.

2. Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Berdasarkan instansi pemungutannya pajak dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Pajak Negara (Pusat)

Adalah pajak yang dipungut oleh pemerintahan pusat. Pemungutan pajak ini bisa dilakukan melalui instansi Dirjen Pajak, Dirjen Bea dan Cukai, bisa juga melalui kantor inspeksi pajak yang tersebar di seluruh negara.

Contoh pajak negara yaitu pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, pajak bea materai dan bea masuk, pajak migas, pajak perolehan atas hak tanah dan bangunan.

b. Pajak Daerah (Lokal)

Merupakan pajak yang dipungut pemerintahan daerah.

Pajak ini terbatas karena hanya diperuntukkan untuk rakyat daerah itu sendiri dan dilakukan oleh pemerintah daerah tingkat II maupun pemerintahan daerah tingkat I.

Contoh pajak daerah yaitu pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame dan yang lain sebagainya.

3. Pajak Berdasarkan Sifat

Pajak berdasarkan sifatnya dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Pajak Subjektif

Pajak subjektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan dari kondisi wajib pajak.

Jadi besar kecilnya pembayaran pajak tergantung kemampuan wajib pajak. Contoh yang termasuk pajak subjektif yaitu pajak penghasilan, pajak kekayaan.

b. Pajak Objektif

Merupakan pajak yang pengambilannya berdasarkan dadri kondisi objek tanpa memperhatikan kondisi wajib pajak. Jadi, pajak ini lebih terkait pada objek dan dikalkulasikan berdasarkan objek tersebut.

Contoh pajak objektif adalah pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk dan PPN.

Sekian 🙂

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Baca Ayat-Ayat Ini, Jin Pasti Takut Dan Tidak Menggangumu Lagi!!

devil, api, takut,

Ayat Yang Di takuti Jin- Jin itu ada yang baik dan juga ada yang jahat. Jin dan setan kafir pekerjaannya adalah menganggu manusia agar lalai dari ketaatannya pada Rabbnya.

Oleh karena itu Allah juga menyiapkan ayat-ayat dalam al-qur’an untuk mengusir jin agar kita tidak diganggu lagi.

Anggota Tubuh Manusia Yang Bisa Menjadi Tempat Tinggal Jin

Jin adalah salah satu makhluk yang diciptakan oleh Allah. Jin memiliki sifat tertentu yang sangat berbeda dengan makhluk lainnya (maksudnya berbeda dengan manusia dan malaikat).

Jin diciptakan dengan bahan dasar berupa api. Jin ada yang kafir atau membangkang dari perintah Allah ada juga yang muslim yang taat pada Allah.

Sedangkan setan adalah makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka melawan perintah Allah dan suka bermaksiat kepadaNya. Jin yang kafir bisa juga disebut dengan setan.

Terdapat juga setan dari jenis manusia, seperti setan dari golongan jin. Setan yang dari golongan manusia adalah setiap orang yang durhaka pada Allah dan tidak mentaati segala perintahNya. Karena memiliki akhlak tercela dan jauh dari kebaikan maka ini bisa juga disebut setan dari golongan manusia.

Tanpa sepengetahuan kita jin juga dapat tinggal di anggota tubuh kita. Kenapa jin tinggal di tubuh manusia? Karena jin punya tujuan agar manusia malas untuk melaksanakan perintah Allah.

Bisa kita ambil contoh jin qorin yang ditugaskan mendampingi manusia dari lahir hingga meninggal. Jin ini memiliki tugas untuk menggoda manusia agar tersesat dan menjauh dari Allah. Jin ini juga akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.

Lalu jin bisa bersemayan di mana saja?

1. Aliran Darah Manusia

” Sesungguhnya setan (jin) itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya ” (H.R Muslim)

Oleh karena itu kita di sarankan untuk melakukan bekam. Karena bekam penting dengan bekam darah kotor kita bisa keluar. Bisa juga dengan ruqyah diri sendiri setiap malam dengan niat untuk mengusir dan menghilangkn gangguan jin pada diri kita.

2. Lubang Mulut

“Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangan kalian pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersamaan dengan orang yang menguap (tidak ditutup mulutnya ketika menguap) ” (H.R Muslim)

Maka dari  itu salah satu adab menguap adalah menutup mulut. Karena ada tujuannya yaitu agar jin atau setan tidak masuk ke dalam mulut kita.

3. Kuku Tangan Dan Kaki

” Potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Karena sesungguhnya  setan mengikat melalui kuku yang panjang” (H.R. Ahmad)

Jadi minimal kita potong kuku dalam seminggu sekali dan sunnahnya dilakukan pada hari jum’at. Tetapi maksimal kita memotong kuku dalam waktu 40 hari.

4. Lubang Hidung

” Apabila salah seorang di antara engkau bangun dari tidurnya, maka hendaklah mengeluarkan air dari hidungnya (istinshar) 3x, karena setan menginap pada malam hari di batang hidungnya” (H.R. Muslim)

Jadi kenapa setiap bangun tidur kita di sunnahkan untuk istinshar? Karena untuk mengusir setan yang menginp di dalam hidung pada malam hari.

5. Lubang Telinga

Sebagaimana diceritakan dari Abdullah bahwa di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, “Setan telah kencing di telinganya”. (H.R. Muslim).

Oleh karena itu kita diwajibkan untuk meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan maupun jin. Untuk Mengantisipasi kita juga bisa berwudhu sebelum tidur.

Doa Untuk Mengusir Jin Dan Setan

Jin dan setan adalah salah satu makhluk halus yang tidak dapat kita lihat secara kast mata. Walaupun kita tidak dapat melihatnya namun makhluk ini sudah pasti nyata keberadaannya.

Setan dan iblis mempunyai tugas untuk merayu dan mnggoda manusia agar manusia menjauh dari Allah.

Walaupun begitu kita tidak boleh merasa takut karena hal ini, karena di dalam islam telah diajarkan ayat al-Qur’an yang digunakan untuk mengusir setan dan jin yang menganggu kita.

Mengusir jin dan setan bisa dengan membaca al qur’an dengan diikuti dzikir sehari-hari seperti :

  • Membaca istighfar sebanyak 3 kali
  • Membaca kalimat tauhid sebanyak 3 kali
  • Membaca doa selamat 3 kali
  • Baca surat al fatihah sekali
  • Membaca ayat kursi 1 kali
  • Membaca tasbih 33 kali
  • Membaca tahmid sebanyak 33 kali
  • Membaca takbir 33 kali
  • Membaca kalimat tauhid lalu disambung membaca bacaan hauqolah.

Dzikir juga bisa digunakan untuk membantu mengusir setan yang menggangu bayi, anak kecil atau anggota keluarga lainnya. Namun, jin lebih mudah menggangu orang-orang yang lemah seperti nenek atau kakek atau anak yang masih kecil.

Beberapa ayat al-qur’an yang paling ampuh untuk mengusir setan di antarany yaitu surat al fatihah, surat al ikhlas, surat an-nas dan juga surat al falaq.

Ayat Al Qur’an Untuk Mengusir Setan

Ada ayat-ayat al qur’an yang ditakuti oleh para jin yaitu di antaranya :

1. Al Fatihah

Surat Al fatihah termasuk surat yang sangat ditakuti oleh jin dan sangat ampuh untuk mengusir jin.

 

بسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

اهْدِنَا الصَّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Arti surat Al-fatihah

1). Dengan nama Allah yang maha pengasih, Maha penyayang

2). Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam

3). Yang maha pengasih lagi maha penyayang

4). Pemilik hari pembalasan

5). Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan.

6). Tunjukilah kami jalan yang lurus

7). (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ketika membaca surat ini untuk tujuan me-ruqyah diri maka diniatkan untuk meruqyah diri dan dengan hati yang yakin maka insyaAllah dengan izin Allah jin dan setannya akan pergi.

2. Ayat Kursi

Ayat kursi juga termasuk ayat yang bisa mengusir jin dan setan yang menganggu.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ

عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Arab-Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Arti ayat : “Allah tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang maha hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa-apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya melainkan apapun yang dikehendaki-Nya. Arsy-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Maha besar”

Ayat ini terdapat dalam surat al baqarah ayat 255. Membaca ayat ini dengan niat meruqyah diri maka inyaAllah setan atau jin yang menganggu pasti akan takut.

3. Surat Al Baqarah 2 Ayat Terakhir

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا

نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

Artinya : “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, dan rasul-rasul-Nya (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya” Dan mereka berkata , “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kami kembali” (Q S Al Baqarah 285).

 لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا

أَوْ  لَأَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا

طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

Membaca 2 ayat di atas bisa membantu kita untuk melindungi diri kita dari gangguan jin dan setan.

4. Surat Al Falaq

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul audzu birabbil falaq

minsyari ma kholaq

Waminsyari ma khalaq

Waminsyari gasiqin idza waqab

Wa min syarri hasidin idza hasad

Artinya :

  1. Katakanlah (Muhammad) “Dialah Allah yang Maha Esa”
  2. Allah tempat meminta segala sesuatu
  3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan”
  4. Dan tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Dia”

Baca surat ini sebanyak 3x kapanpun waktunya boleh. Ketika membaca ini niatkan meruqyah diri.

5. Surat An-Nas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

مَلِكِ النَّاسِ

إِلَٰهِ النَّاسِ

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

qul a’ụżu birabbin-nās

malikin-nās

ilāhin-nās

min syarril-waswāsil-khannās

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

minal-jinnati wan-nās

Artinya :

  1. Katakanlah (Muhammad) “aku berlindung kepada Tuhannya manusia”
  2. Raja manusia
  3. Sesembahan manusia
  4. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi
  5. Dari golongan jin dan manusia

Surat ini dibaca sebanyak 3 kali dengan niat dalam hati untuk meruqyah diri sehingga jin dan stan akan takut dan pergi.

Sekiaan 🙂

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh  🙂

 

Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 261, Dan Keutamaan Orang-Orang Yang Berinfak di Jalan Allah, Lengkap!!

infak, tumbuh, berlipat

Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 261- Setelah kita kemaren membahas kandungan surat al baqarah ayat 155-157 dan surat al hujurat ayat 10 kali ini kita membahas surat al baqarah ayat 261.

 

Bunyi Surat Al Baqarah Ayat 261 Dan Artinya

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ

مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Masalulladzina yunfiquna amwalahum fi sabilillahi kamatsali habbatin anmbatat sab’a sanabila fi kulli sumbulatim mia’atu habbah, wallahu yuda’ifu limay yasyaa’ wallahu wasi’un alim
Artinya : “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan pada yang Dia kehendaki, Dan Allah maha, luas maha menghendaki”.

Isi Kandungan Surat

Ada banyak hal yang bermanfaat bagi kaum mukminin diantara perintah Allah dan salah satunya adalah berinfak di jalan Allah.

Perumpamaan bagi kaum mukminin yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti satu benih yang ditanam di tanah yang subur, dan tak berapa lama benih itu menumbuhkan batang sebanyak tujuh cabang. Dan setiap satu cabang terdapat satu tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

Allah akan menggandakan pahala bagi siapa saja yang dikehendaki olehNya, pahala Allah sesuai dengan hati hambanya yang berinfak apakah dia tulus ikhlas dan beriman atau dia riya.

Dan karunia Allah itu luas, dan Dialah yang maha mengetahui siapa-siapa yang berhak memperolehnya dan Dia juga yang maha megetahui niat para hambaNya.

Tafsir Al Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kandungan surat al baqarah ayat 261 Perumpamaan pahala orang-orang mukmin yang menginfakkan hartanya di jalan Allah ialah seperti sebuah biji yang ditanam oleh seorang petani di tanah yang subur kemudian tumbuh yang setiap batangnya dan cabangnya terdiri dari 7 bulir, dan setiap bulirnya terdiri dari seratus biji.

Dan Allah melipatgandakan pahala tersebut bagi para hamba yang dikehendakiNya, sehingga Allah memberi mereka pahala yang tak terhingga. Dan Allah maha pemurah dan maha memberi, dan maha mengetahui siapa yang berhak dilipatgandakan pahalanya.

 

Tafsir Al Mukhtasar / Markaz Tafsir Riyadh di bawh pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

 

Kandungan surat Al Baqarah Ayat 261 yaitu :

yang dimaksud dengan kata فِى سَبِيلِ اللهِ adalah jihad untuk meninggikan kalimat Allah.
(Serupa dengan sebutir benih  ) كَمَثَلِ حَبَّةٍ
Maksud dari kalimat ini adalah ibarat petani biji-bijian. Dan yang dimaksud dengan tujuh tangkai adalah tangkai yang keluar dari satu batang lalu bercabang menjadi tujuh cabang dan disetiap cabang terdapat tujuh tangkai.

وَاللهُ يُضٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ

(Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki )

Yakni melipat gandakan yangtujuh ratus itu dengan kelipatan yang banyak bagi yang menjaga adab-adab dari apa yang diisyaratkan oleh ayat-ayat setelah ini dan yang menginfakkan harta untuk meninggikan kalimat Allah. Dan al-Qur’an telah menyebutkan bahwa kebaikan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipatnya.
Dan ayat ini menunjukkan bahwa berinfak untuk kepentingan berjihad kebaikannya adalah tujuh ratus kali, sehingga menjadi sepuluh kali lipat dari yang lainnya.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Iyadh bin Ghatif ia berkata: kami masuk kepada Abu Ubaidah untuk menjenguknya yang mengeluh sakit pinggang yang menyerangnya, sedang istrinya berada di sisi kepalanya. Kami bertanya: bagaimana Abu Ubaidah melewati malam. Istrinya menjawab: demi Allah dia telah melewati malam dengan mendapat pahala. Lalu Abu Ubaidah menjawab: aku tidak melewati malam dengan mendapat pahala, dan dia waktu itu menghadap ke tembok kemudian dia pun menghadap ke orang-orang sambil berkata: tidakkah kalian bertanya apa yang aku katakan tadi? Aku telah mendengar Rasulullah bersabda: “barang siapa yang berinfak di jalan Allah maka akan digandakan menjadi tujuh ratus kali, dan barangsiapa yang berinfak untuk dirinya, atau menjenguk orang sakit, atau menjauhkan sesuatu yang menghalangi jalan maka kebaikannya digandakan sepuluh kali; dan puasa adalah perisai selama dia tidak melubanginya, dan barangsiapa yang diuji Allah dengan ujian pada badannya maka baginya ampunan dari dosa”.

 

Zubdatut Tafsir Min fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, (muddaris tafsir Universitas Islam Madinah)

Kita diperintah untuk memperhatikan perumpamaan jika kamu memberikan sebutir biji pada bumi, niscaya dia akan memberimu tujuh ratus biji (lebih banyak dari yang kamu berikan), ini pemberian makhuk, bagaimana pemberian sang pencipta?

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Taddabur

Merupakan perumpamaan yang Allah berikan mengenai pelipatgandaan pahala bagi orang-orang yang menafkahkan dan menginfakkan harta kekayaan mereka di jalan Allah dengan tujuan mencari ridho-Nya.

Dan Allah melipatkannya mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat dari semula.

Allah berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah”

yaitu dalam rangka menaati Allah ta’ala. Sedangkan Makhuk mengatakan “yang dimaksud adalah menginfakkan harta untuk jihad, berupa tali kuda, persiapan persenjataan, dan yang lainnya”. Syabib bin Basyir meriwayatkan dari ikrimah, dari Ibnu abbas; “dirham yang dipergunakan untuk jihad dan ibadah haji akan dilipatgandakan sampai 700 kali lipat”.
Oleh karena itu Allah berfirman : كمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ
“Serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji” Perumpaan ini lebih menyentuh jiwa daripada menyebut bilangan langsung 700 kali lipat, karena perumpamaan tersebut mengandung isyarat bahwa pahala amal sholih itu dikembangkan oleh Allah ta’ala bagi para pelakunya, sebagaimana tumbuhan-tumbuhan, tumbuh subur bagi orang yang enanamnya di tanah yang subur.
Dan dalam hadits juga telah disebutkan pelipatgandaan kebaikan sampai 700 kali lipat. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud, bahwasanya ada seorang laki-laki yang menginfakkan seekor untuk yang hidungnya telah diberi tali di jalan Allah.
Lalu Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam :
لتأتين يوم القيامة بسبعمائة ناقة مخطومة
“Engkau pasti akan datang pada hari kiamat kelak, dengan tujuh ratus unta yang telah diberikan tali hidungnya”. Dalam riwayat Muslim dari A’masy berkata : “telah datang seorang laki-laki membawa unta yang telah diberikan tali, maka dia berkata “wahai Rosululloh ini infaq di jalan Allah ta’ala”. Maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
لك بها يوم القيامة سبعمائة ناقة
“Bagimu dengan infaq unta ini sebanyak 700 unta pada hari kiamat” Imam Ahmad meriwayatkan dalam hadits lain dari Abdulloh Bin Mas’ud, beliau berkata, telah bersabda Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam :
إن الله عز وجل ، جعل حسنة ابن آدم بعشر أمثالها ، إلى سبعمائة ضعف ، إلا الصوم ، والصوم لي وأنا أجزي به ، وللصائم فرحتان : فرحة عند إفطاره وفرحة يوم القيامة ، ولخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك
“sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah menjadikan pahala kebaikan anak adam menjadi 10 kali lipat sampai 700 kali lipat, kecuali shaum. Dan shaum itu untuk Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan bagi orang yang saum akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat dia iftornya (idul fitri) dan satu kebahagiaan pada hari kiamat, dan sesungguhnya bau mulutnya orang yang saum lebih wangi di hadapan Allah daripada minyak kesturi” (HR. Ahmad)
Hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Abu Hurairoh. Imam Ahmad telah meriwayatkan hadits yang lain dari khorim bin Fatik, telah berkata. Telah bersabda Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam :
من أنفق نفقة في سبيل الله تضاعف بسبعمائة ضعف
“Barangsiapa yang berinfak dengan satu nafakah di jalan Allah, maka akan dilipatgandakan sampai 700 kali lipat” Balasan pahala kebaikan bisa jadi lebih dari 700 kali lipat bahkan bisa sampai ribuan lipat hingga tak terbatas, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh tentang lipatan balasan kebaikan hingga ribuan kali lipat dalam tafsir firman Allah ta’ala:
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak” (QS. Al-Baqoroh : 245) Ibnu Mardawih meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, beliau berkata, “ketika turun ayat :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Maka Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda “Wahai Tuhanku, tambahkanlah untuk umatku”.
Maka Allah ta’ala menurunkan ayat :
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak” (QS. Al-Baqoroh : 245) Beliau bersabda lagi “Wahai Tuhanku tambahkan lagi untuk umatku”.
Maka Allah menurunkan ayat :
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar :10)

Dan Allah akan melipatgandakan pahala kebaikan seseorang yang Dia kehendaki sesuai dengan kadar keikhlasan orang itu beramal, sesungguhnya Allah karunia-Nya Maha luas dan sangat banyak bahkan lebih banyak dari makhluk-Nya, dan Dia Maha Mengetahui siapa-siapa yang berhak dan siapa-siapa yang tidak berhak mendapatkannya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah menjelaskan kekuasaan-Nya menghidupkan makhluk yang telah mati, Allah lalu menjelaskan permisalan terkait balasberlipat ganda bagi orang yang berinfak di jalan Allah.

Perumpamaan keadaan yang sangat mengagumkan untuk orang-orang yang berinfak di jalan Allah dengan hati yang ikhlas dan tulus untuk sebuah kebaikan dan ketaatan, seperti keadaan petani yang menabur benih untuk di tanam.

Sebutir biji yang ditanam di tanah yang subur menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji sehingga jumlah nya di total menjadi tujuh ratus.

Dan Allah terus melipatgandakan pahala kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat atau bahkan bisa lebih bagi siapa yang di kehendaki-Nya sesuai tingkatan keimanan orang tersebut dan tingkat keikhlasan orang tersebut.

Dan Allah memiliki karunia yang begitu luas untuk semua hamba-Nya. Dan Allah juga mengetahui siapapun yang berinfak dan berbuat baik di jalan-Nya dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Pada ayat ini Allah menerangkan tentang tata cara dan adab berinfak agar kebaikannya diterima di jalan Allah. Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dalam bentuk kebaikan.

Dan kita tidak boleh menyebut-nyebut kebaikan kita apalagi di depan orang yang telah kita beri karena bisa menyakiti hati orang yang telah kita beri. Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah tanpa menyebut-nyebutnya (menyebut kebaikannya) di hadapan orang yang telah diberi kebaikan tersebut maka Allah akan memberinya ganjaran yang banyak.

Selain menerima pahala, di hati mereka juga tidak ada rasa takut pada diri mereka, maksud rasa takut di sini adalah merisaukan apa yang terjadi di masa depan dan tidak takut harta mereka habis.

Tidak jarang seseorang yang bersedekah atau akan bersedekah mendapat bisikan dari dalam diri atau dari orang lain agar tidak bersedekah atau tidak terlalu banyak demi mengamankan harta yang akan menjadi jaminan bagi diri dan keluarganya di masa depan. Buanglah jauh-jauh pikiran dan perasaan semacam itu.

Pengertian Jurnal Akuntansi Beserta Fungsinya, Lengkap lho, simak yuk!

kantor, hape, koran, kopi

Pengertian Jurnal Akuntansi- Selain laporan keuangan jurnal juga bagaian penting dalam ilmu akuntansi.

Dalam ilmu akuntansi dan pembukuan jurnal merupakan komponen yang sangat penting. Untuk mengetahui kondisi finansial sebuah perusahaan atau bisnis dibutuhkan jurnal.

Dengan menyusun jurnal akuntansi secara rutin, seseorang dapat melacak setiap transaksi bisnis yang terjadi.

Dengan adanya jurnal kita juga bisa mengetahui finansial perusahaan berada dalam kondisi baik atau buruk.

Ketika jurnal akuntansi menunjukkan bahwa pengeluaran perusahaan lebih besar daripada pemasukan maka sebelum terlambat dan mengalami kerugian perlu dilakukan analisis dan memikirkan cara untuk mengatasi hal tersebut.

Dalam jurnal terdapat informasi mengenai semua transaksi bisnis yang telah terjadi secara terperinci.

Jurnal akuntansi dibuat dengan memasukkan informasi dari penerimaan, kas, tiket penjualan, faktur dan sumber data lain yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Fungsi Jurnal Akuntansi

Jurnal akuntansi memiliki fungsi yang tak kalah penting dibandingkan dengan buku besar yang menyimpan data pencatatan keuangan perusahaan.

Jurnal akuntansi memiliki fungsi diantaranya yaitu :

Fungsi Pencatatan

Seperti pengertiannya, jurnal akuntansi memiliki fungsi untuk melakukan pencatatan setiap transaksi yang dilakukan dalam setiap kegiatan sebuah perusahaan.

Pencatatan transaksi ini meliputi modal, kekayaan atau aset, biaya, hingga neraca saldo dan neraca lajur.

Semakin lengkap data yang dimasukkan dalam jurnal, maka akan semakin baik karena jurnal akuntansi dapat memberi informasi data finansial yang benar-benar akurat dan dapat dipercaya.

Fungsi Analisis

Biasanya, pencatatan dalam jurnal akuntansi merupakan hasil dari analisis transaksi berupa debit dan kredit dari akun yang memiliki pengaruh terhadap catatan finansial perusahaan.

Analisis ini terdiri dari pencatatan dalam pendebitan, pengkreditan beserta jumlah uang kreditnya, atau penggolongan nama akun.

Jadi ketika melakukan pencatatan karyawan yang melakukan pencatatan tersebut harus bisa menentukan apakah akun transaksi tersebut termasuk kategori debit atau kredit.

Fungsi Historis

Fungsi dasar dari jurnal akuntansi adalah mencatat segala kegiatan perusahaan sehari-hari namun berbentuk angka, dan kegiatan tersebut terjadi secara terus-menerus.

Dalam menulis jurnal akuntansi sebuah perusahaan harus mencatat setiap transksi yang terjadi. Transaksi dicatat berdasarkan tanggal terjadinya transaksi atau kegiatan tersebut.

Dengan begitu jurnal akuntansi memiliki fungsi historis karena pencatatannya dilakukan secara sistematis dan kronologis.

Fungsi Informatif

Di dalam jurnal terdapat catatan setiap kali terjadi transaksi. Jurnal akuntansi dapat berfungsi sebagai penyedia informasi finansial dan bisnis perusahaan.

Fungsi Intruksi

Jurnal akuntansi memiliki fungsi untuk memberi perintah untuk mendebit dan mngkredit akun sesuai dengan catatan yang sudah tertulis dalam jurnal. Pencatatan dalam jurnal umum bukan sebatas dokumen transaksi dalam perusahaan tetapi bersifat intruksi.

Hal ini bertujuan untuk memberi fungsi perintah atau petunjuk dalam proses memasukkan data ke buku besar.

Prinsip Dasar Jurnal Akuntansi

Jurnal Akuntansi memiliki prinsip dasar dalam peyusunanya.

Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal akuntansi yaitu :

  • Ketika akan membuat jurnal akuntansi diperlukan untuk melakukan identifikasi bukti transaksi yang dilakukan perusahaan, misalnya seperti nota, memo, kuitansi, faktur, dan sebagainya.
  • Yang perlu diperhatikan juga adalah menentukan hal yang akan berpengaruh dalam transaksi, lalu menggolongkannya dalam jenis modal, harta, atau utang.
  • Melakukan penambahan atau pengurangan terhadap akun yang terkait dengan transaksi yang bersangkutan.
  • Menetapkan apakah anda harus melakukan pendebitan atau pengkreditan akun yang terkait dengan transaksi yang terjadi.
  • Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum sesuai dengan bukti transaksi yang ada.

Logika Jurnal Akuntansi I (aset+ekuitas)

Yang termasuk dalam logika jurnal yang pertama ada 7 hal yaitu Aset Perusahaan (A), utang perusahaan (U), biaya usaha (B), kewajiban perusahaan (L), modal usaha (M), ekuitas (E), dan pendapatan usaha (P).

Tujuan utama dari logika jurnal akuntansi I adalah menyeimbangkan kewajiban dan ekuitas perusahaan dengan nilai aset yang dimiliki perusahaan.

Ada tiga macam rumus keseimbangan yang digunakkan untuk mencari nilai aset yaitu :

A= L+E

A= U + M +P -B

A + B= U+M+P

Logika Jurnal Akuntansi II (debit = kredit)

Dalam logika jurnal akuntansi II rumusnya berbeda dari logika jurnal akuntansi yang pertama.

Dalam logika ke dua ini harus menerapkan hukum sebab-akibat atau jika-maka.

Berikut Rumus tersebut :

  • Apabila Harta bertambah, maka akan dicatat sebagai debit. Jika berkurang maka akan dicatat sebagai kredit.
  • Jika Biaya bertambah, maka akan dicatat sebagai debit. Apabila berkurang maka akan di catat sebagai kredit.

  • Apabila UTANG bertambah, maka akan dicatat sebagai kredit. Jika berkurang, maka akan dicatat sebagai debit.
  •  Jika MODAL bertambah, maka akan dicatat sebagai kredit. Apabila berkurang, maka akan dicatat sebagai debit.
  •  Apabila PENJUALAN bertambah, maka akan dicatat sebagai kredit. Jika berkurang, maka akan dicatat sebagai debit.

Kamu bisa mengetahui Jenis-jenis jurnal di sini

Sekian

Semoga Bermanfaat

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 10, Lengkap!!!

Kandungan Surt Al-Hujurat Ayat 10- Dalam setiap surat di dalam Al-Qur’an terdapat kandungan dan pelajaran yang di dapat di dalamnya.

Contohnya surat al-ashr dan cerita tentang orang-orang yang merugi, di dalam al baqarah ada cerita tentang orang-orang yang bersabar atas segala ujian, surat al-kafirun bercerita tentang orang-orang kafir.

Begitulah di setiap surat terdapat cerita-cerita yang berbeda, entah itu cerita nabi-nabi terdahulu atau orang-orang yang tidak taat terhadap perintahNya.

Surat-surat yang di dalam Al-Qur’an juga terdapat penyebab turunnya surat tersebut, kenapa ayat-ayat turun juga ada sebabnya.

Di dalam al-Qur’an bukan hanya memuat tentang cerita nabi saja, namun juga terdapat cerita tentang orang-orang terdahulu dan kaum-kaum terdahulu.

Bunyi Surat Al-Hujurat Ayat 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Innamal-mu’minuna ikhwatun fa aslihu baina akhwaikum wataqullaha la’allakum turhamun
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih)dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”.

Isi Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 10

Sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara, maka salinglah menyayangi satu sama lain dan jika di antara sesama muslim saling bertikai maka damaikanlah keduanya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementrian Agama Saudi Arabia

10). Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara, dan persaudaraan dalam islam itu ada konsekuensinya yaitu untuk sling mendamaikan di antara dua orang yang berselisih.

Dan kita (orang-orang beriman) diperintahkan untuk taat kepada Allah dan menjauhi segala laranganNya dengan harapan agar Allah selalu merahmati kita.

Tafsir Al-Mukhtasar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih Abdullah bin Humaid (Imam Besar Masjidil Haram).

10). Sesungguhnya orang-orang mukmin itu saling bersaudara dalam agama maupun aqidah. Maka berdamailah dengan saudara-saudaramu (sesama muslim) apabila terjadi perselisihan dan pertentangan.

Bertakwalah kepada Allah ketika terjadi perselisihan tentang hukum-hukmNya dan berlakulah sebagai penengah, supaya kalian dirahmati dan ditolongNya dalam menciptakan perdamaian, sebagai hasil dari ketakwaan kalian.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Ketahuilah wahai manusia bahwa orang-orang beriman adalah saudara di dalam agama, dan persaudaraan ini diwajibkan untuk mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri, dan membenci seperti membenci dirinya sendiri.

Maka oleh sebab itu ketika terjadi perselisihan diantara muslim satu dengan muslim yang lain entah itu saling bertengkar atau saling berperang, maka wajib bagi muslim lainnya untuk mendamaikan 2 saudaranya tersebut.

Dan mengingatkan mereka agar mereka takut kepada azab Alla dengan cara mentaati segala aturan yang dibuat olehNya dan menjauhi segala larangan-larangan yang Allah larang untuk dilakukan. Dengan  harapan agar mendapatkan rahmat dari Allah dan ridho dariNya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih Asy-Syawi

Ini merupakan ikatan yang diberikan oleh Allah antara kaum mukim satu dengan mukmin yang lain. Maksudnya apabila ada seseorang di permukaan bumi di manapun dia berada baik di timur maupun barat jika dia beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, para utusanNya dan percaya akan hari akhir serta percaya qadar yang baik dan yang buruk maka dia adalah saudaranya.

Ketika dia menghendaki kebaikan untuk orang lain sebagaimana dia menghendaki kebaikan untuk dirinya sendiri dan dia tak menyukai keburukan menimpa orang lain seperti keburukan menimpa dirinya sendiri.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

 

“Janganlah kamu saling hasad, saling menipu (menipu agar barang laku), saling marah, salin membelakangi dan janganlah kamu menjual barang yang sudah dijual oleh orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Muslim yang satu dengan yang lain adalah saudara, tidak boleh saling mendzolimi, tidak boleh menelantarkan dan tidak boleh menghinakan. Takwa itu di sini (beliau menunjuk dada beliau 3x) “Cukuplah seseorang melakukan perbuatan apabila menghina saudaranya yang muslim lain. Setiap muslim haram darahnya, hartanya dan kehormatannya” (H.R. Muslim).
Beliau , Rasulullah Saw bersabda,

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin satu dengan yang lain seperti bangunan, satu sama lain saling menguatkan” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Allah Swt memerintahkan Rasul-Nya untuk menegakkan hak-hak kaum muslim satu dengan yang lain dan memerintahkan melakukan sesuatu yang dengannya bisa mewujudkan cinta dan tali persatuan yang kuat satu sama lain. Seperti contohnya ketika terjadi peperangan di antara 2 kaum mukmin yang dapat menimbulkan perpecahan dan kebencian, maka hendaknya kaum mukmin lainnya untuk mendamaikannya dan berusaha melakukan sesuatu agar kebencian satu dengan yang lain hilang.
Selanjutnya, Allah swt memerintahkan untuk bertakwa kepada-Nya. Juga memerintahkan kita untuk menerangkan bagaimana kita memenuhi hak mukmin lainnya dan bertaqwa kepada Allah, yaitu agar mendapatkan rahmat-Nya seperti di akhir ayat.
Apabila sudah mencapai rahmat-Nya maka akan tercapai dunia dan akhirat. Ayat ini juga menunjukkn bahwa ketika kita tidak memenuhi hak kaum mukmin maka bisa menjadi penghalang untuk mendapat rahmat dari-Nya.
Terdapat faedah dalam ayat ini, diantaranya :
  1. Berperang antara kaum mukmin satu dengan yang lain bertentangan dengan ukhuwah (persaudaraan) seiman. Oleh sebab itu, itu termasuk dosa yang besar.
  2. Iman dan persaudaraan tidak akan hilang meskipun terjadi peperangan sebagaimana jika terjadi dosa-dosa besar di bawah syirik.
  3. Wajibnya mendamaikan kaum mukmin yang bertengkar satu sama lain dengan adil.
  4. Wajibnya memerangi pembangkang (pemberontak) agar mereka kembali kepada perintah Allah.
  5. Harta kaum mukmin adalah ma’sum (terpelihara), karena Allah hanya menghalalkan darah kaum mukmin apabila mereka berbuat zalim saja, dan yang terpelihara (haram untuk disentuh) bukan hanya darah namun juga harta.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ayat ini menjelaskan bahwa menjaga perdamaian antara dua kelompok orang mukmin yang sedang melakukan peperangan adalah hal yang penting. Hal itu perlu dilakukan sebab orang mukmin satu dengan mukmin yang lain adalah saudara, karena mereka ada dalam satu keimanan. Oleh sebab itulah damaikanlah antara kedua saudaramu yang saling bertikai antara satu sama lain dan bertakwalah kepada Allah dengan meninggalkan segala laranganNya dan melaksanakan segala perintahNya. Antara lain dengan mendamaikan ke 2 belah pihak yang saling bertikai.

Dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya maka Allah akan memberikan rahmatNya.

Kita juga diperintah untuk memperkuat persaudaraan dengan menjaga lisan kita dari mengolok-olok sesama saudara sesama muslim, karena mengolok-olok mendorong orang untuk saling bertikai.

 

Kesimpulan

Antara mukmin satu dengan yang lain adalah saudara oleh sebab itu kita diperintahkan untuk saling mendamaikan satu sama lain apabila saling bertikai.

Antara satu mukmin dengan mukmin yang lain itu ibarat satu bangunan atau satu tubuh apabila yang satu sakit maka yang anggota tubuh lain juga ikut merasakan sakit.

Sekian 🙂

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Kandungan, Bunyi Dan Arti Surat Al-Ashr, Lengkap!!!

the holy koran, kitab al-qur'an

Kandungan Surat Al-Ashr- Pasti kalian udah hafal surat al-ashr kan? Pasti udah doang ya.

Tapi, pada tahu belum ada cerita di balik surat al-ashr ini.

Surat ini memeang pendek dan mudah dihafal oleh karena itu banyak dari kaum muslimin yang hafal surat ini, bahkan anak kecil sekalipun.

Walaupun surat ini pendek namun terdapat banyak sekali kandungannya.

Dan surat ini memiliki makna yang sangat dalam, sedalam rasamu padaku :V (ngga deng becanda).

Back to topic, kita sebagai seorang muslim seharusnya mengetahui keutamaan surat-surat dalam al-qur’an dan mengetahui artinya serta kandungan suratnya.

Karena saking dalam maknanya sampai Imam As-Syafi’i ra berkata :

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ
“Seandainya setiap manusia merenungkan  (mentaddaburi) surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka” {Tafsir Ibnu Katsir 8/499}.
Syaikh Muhammad bin sholih Al ‘Utsaimin ra berkata ,
“Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah Surat ini cukup menjadi alasan bagi seluruh  manusia untuk memegang teguh agama Allah dengan beriman, melakukan amalan kebaikan, berdakwah tentang agama islam kepada orang lain yang belum mengerti agama islam (karena berdakwah adalah sebuah kewajiban bagi umat islam), dan bersabar atas egala ujian yang Allah berikan. Maksud imam Syafi’i bukan berarti hanya merenungkan surat ini lalu tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena orang yang berakal apabila membaca surat ini dan mentadaburrinya maka pasti akan berusaha membebaskan dirinya dari hal yang sia-sia dan merugikan. Orang yang beriman pasti akan memenuhi 4 kriteria yang sudah disebutkan dalam surat ini yaitu beriman, beramal solih, berdakwah di jalan Allah (saling menasehati dalam menegakkan kebenaran) serta menasehati satu sama lain agar bersabar” (Syarh Tsalasatul Ushul).

Bunyi Surat Al-Ashr

بسم الله الرحمن الرحيم

 

وَالْعَصْرِ (١

Demi Masa

 

إِنََ الإِنْسَانَ لَفِي خُـسْرٍ (٢

Sesungguhnya Manusia itu ada dalam kerugian

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبـر (٣

 

Kecuali Orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan orang-orang yang mengerjakan amal solih

dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran

Kandungan Surat Al-Ashr

Surat ini adalah surat ke-103 dari Al-Qur’an. Surat Al-ashr merupakan surat makkiyah dan terdiri dari 3 ayat.
Kata al-ashr artinya waktu/masa.
Isi surat ini menggambarkan tentang manusia berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang memiliki amal soleh dan orang yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Iman yang Dilandasi Dengan Ilmu

Surat ini menjelaskan bahwa manusia berada dalam kerugian.
Kerugian yang dimaksud di sini adalah rugi dunia dan akhirat, jadi kerugian tersebut bersifat mutlak.
Orang yang merugi di akhirat tidak akan mendapat kenikmatan dan akan masuk ke dalam neraka.

Seluruh manusia akan merugi kecuali orang-orang yang ada dalam 4 kriteria yang telah disebutkan dalam surat ini yaitu orang yang beriman, beramal solih, berdakwah di jalan Allah (saling menasehati dalam menegakkan kebenaran) serta menasehati satu sama lain agar bersabar.

Kriteria yang pertama yaitu orang yang beriman kepada Allah. Tapi keimanan seseorang itu tidak akan terwujud tanpa adanya ilmu.
Hal ini dikarenakan iman adalah cabang dari ilmu dan tidaklah sempurna iman seseorang jika dia tidak memiliki ilmu.
ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama.
Seorang muslim wajib mempelajari segala ilmu yang sudah Allah berikan. Terutama ilmu agama, ilmu prinsip agama, ilmu tentang segala sesuatu yang harus dia lakukan dan yang harus dia jauhi, ilmu tentang muamalah.
Rasulullah SAW bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مَسْلَمٍ

“Menuntut ilmu  itu wajib bagi setiap muslim” (H.R. Ibnu Majah No. 224 dengan sanad shahih).
Imam Ahmad R.a berkata :
يَجِبُ أَنْ يَطْلَبَ مِنَ الْعِلْمِ مَا يَقُوْمُ بِهِ دِيْنَهُ

“Seorang wajib menuntut ilmu yang bisa membuat dirinya bisa menegakkan agama”. {Al-furu’ 1/525}.
Maka merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari segala ilmu agama yang wajib dia lakukan, seperti, akidah, ibadah dan muamalah.
Semua itu dilakukan agar seseoarang yang mulanya tidak mengetahui tentang agamanya menjadi tahu.
Seperti firman Allah sw :
مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ  نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا

“Sebelumnya kamu tidak mengetahui apakah al-Qur’an itu dan tidak pula mengetahui apa itu iman, tetapi kami telah menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang kami beri kehendaki untuk diberi petunjuk di antara hamba hambu kamu” (Asy-Syuara :52)”

Mengamalkan Ilmu

Seseorang belum dikatakan menuntut ilmu apabila dia belum mengamalkan ilmu tersebut.
Maksudnya apabila seseorang tersebut belum mengamalkan ilmu yang telah diberikan dan belum menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fudhail bin Iyadh Ra. pernah berkata :
لاَ يَزَالُ الْعَالِمُ جَاهِلاً حَتىَّ يَعْمَلَ بِعِلْمِهِ فَإِذَا عَمِلَ بِهِ صَارَ عَالِمًا

“Seseorang yang berilmu akan tetap dalam kebododhannya hingga dia mengamalkan ilmunya. Apabila dia sudah mengamalkannya barulah bisa disebut dan menjadi orang yang alim” (dikutip dari Husnul al-Ma’mul).
Makna dari perkataan ini adalah apabila ada seseorang yang tidak mengamalkan ilmu yang sudah dia dapat maka hakikatnya adalah dia adalah orang yang bodoh. Karena letak perbedaan antara orang yang bodoh dan alim adalah perbuatan nya.
Orang yang memiliki ilmu banyak namun tidak mengamalkannya maka dia termasuk orang yang rugi, karena kelak bisa jadi ilmu itu akan menuntutnya di akhirat kelak. Rasulullah Saw bersabda :
لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يَسْأَلَ عَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ

“Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang telah dia dapat”. (HR Ad-Darimi No. 537 dengan sanad yang shahih).

Berdakwah di Jalan Allah

Berdakwah mengajak manusia pada kebenaran dan meninggalkan kebatilan adalah tugas para rasul dan tugas bagi seorang muslim juga. Allah berfirman dalam surat yusuf :
,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٠٨

“Katakanlah : inilah jalan agamaku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada jalan Allah dengan hujjah (dalil) yang nyata, Maha suci Allah, dan aku bukan termasuk orang yang musyrik” (Q.S Yusuf :108)

Dan keutamaan berdakwah di jalan Allah adalah :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah orang yang lebih baik dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal soleh dan berkata : Sesungguhmnya aku termasuk orang yang berserah diri” (Q.S fushilat : 33).

Rasulullah Saw bersabda :
فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi Allah, sungguh apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui perntara dirimu itu pahalanya lebih baik daripada unta merah” (H.R. Bukhari No. 2783).

Dari firman Allah dan sabda Rasulullah sudah sepatutnya seseorang yang mendapatkan hidayah dari Allah hendaknya dia mengajak orang lain dan juga saudaranya kepada jalan Allah dan kepada kebenaran. Dan hendaknya mereka juga menyelamatkan mereka dari api neraka.
Dan orang-orang yang melalaikan kewajiban berdakwah di jalan Allah juga termasuk orang-orang yang merugi meskipun dia memiliki ilmu dan mengamalkannya. Ia rugi karena dia memikirkan dirinya sendiri dan dia menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain (egois).
Ia tidak mau memikirkan bagaiman cara agar orang lain mau masuk islam dan berada dalam kebaikan bersamanya.
Orang yang tidak peduli terhadap kewajiban dakwah adalah orang yang tidak mau mengambil pelajaran dari hadist Nabi Saw berikut :
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai diri sendiri” {H.R Bukhari No. 13).
Jika seorang muslim mencintai saudara atau orang lain seharusnya dia mengajak orang tersebut kepada kebaikan islam dan kebaikan di jalan Allah, dia juga seharusnya mengajak mereka untuk mencicipi betapa nikmatnya iman.

Bersabar dalam Berdakwah

Kriteria keempat adalah bersabar atas gangguan dan ejekkan dalam mengajak orang lain berimaan.
Seorang pendakwah harus memiliki sifat sabar karena sabar dalam berdakwah adalah hal yang sangat penting dan harus dimiliki seseorang yang ingin berdakwah.
Syaikh Abdurahman As-Sa’di ra berkata :
فَبِالِأَمْرَيْنِ اْلأَوَّلِيْنَ، يُكَمِّلُ اْلإِنْسَانُ نَفْسَهُ، وَبِالْأَمْرَيْنِ اْلأَخِيْرِيْنَ يُكَمِّلُ غَيْرَهُ، وَبِتَكْمِيْلِ اْلأُمُوْرِ اْلأَرْبَعَةِ، يَكُوْنُ اْلإِنْسَانُ قَدْ سَلِمَ تعل مِنَ الْخُسَارِ، وَفَازَ بِالْرِبْحِ [الْعَظِيْمِ

”Maka dengan dua hal yang pertama (ilmu dan amal), manusia dapat menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua hal yang terakhir (berdakwah dan bersabar), manusia dapat menyempurnakan orang lain. Dan dengan menyempurnakan keempat kriteria tersebut, manusia dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang besar” [Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934].

Kesimpulan

Semoga Allah selalu menetapkan hati kita dalam keimanan dan selalu memberi kita kesabaran dalam mendakwahkan agamaNya.
Semoga Allah memberi kesempatan kita untuk mempelajari agama dan ilmuNya yang begitu luas.
Semoga Allah memberi kemudahan kita dalam segala hal. Ammiiiiin 🙂
Maaf jika ada salah kata 🙂
Sekian 🙂
Semoga Bermanfaat 🙂
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Pengertian shodaqoh Dan Keutamaan- Keutamaannya, Lengkap!!

uang, tumbuh, mengalir, sodaqoh

Shodaqoh- Shadaqoh adalah hal yang sangat penting. Karena dengan shodaqoh kita bisa membersihkan harta kita dari hal-hal yang kotor.

Dengan bershodaqoh sama saja kita membersihkan harta kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Ketika di alam kubur banyak orang yang ingin dibangkitkan lagi karena di saat hidup mereka tidak mau bersedekah.

Di dalam harta kita terhadap hak orang lain, hak orang yang membutuhkan, hak orang fakir dan miskin. Maka dari itu di wajibkan atas semua orang muslim untuk bersedekah.

Shodaqoh diwajibkan atas kaum muslimin karena di hari akhir nanti shodaqoh akan membawa syafaat kepada orang yang menunaikannya.

Pengertian Shodaqoh

Shodaqoh berasal dari bahasa arab صدقة yang diartikan sebagai pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tak mengharap balasan apapun kecuali pahala dari Allah, pemberian itu berupa apapun dan tak dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.

Sedekah tak harus berupa uang maupun materi lainnya karena senyuman juga termasuk sedekah seperti di dalam hadist ” Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah”.

Keutamaan Sedekah

Dalam islam setiap amalan memiliki keutamaan. Begitu juga sedekah, sedekah memiliki banyak keutamaan.

Keutamaan-keutamaan sedekah yaitu :

1). Menghapus Dosa

Manusia bukanlah makhluk sempurna. Setiap manusia memiliki kesalahan dan dosa karena memang manusia tak luput dari salah.

Maka dari itu Allah memberi kesempatan kepada kaum muslimin untuk menghapus dosanya dengan banyak hal dan salah satunya dengan bersedekah.

Seperti yang disebutkan dalam hadist Nabi SAW yang berbunyi :

و الصد قة تطفئ الحطيئة كما تطفئ الماء النار

“Sedekah itu bisa menghapus kesalahan (dosa) seperti air yang memadamkan api” (HR. Tirmidzi di shahihkan Al-albani di dalam kitab Sahih At-Tirmidzi, 614).

Tetapi akan diampuni dosanya jika sedekah dilakukan dengan diiringi taubat. Serta taubatnya  diiringi  dengan meninggalkan maksiat-maksiat yang sengaja dilakukannya seperti mencuri, korupsi dan lain sebagainya.

2). Bersedakah Tidak Akan Mengurangi Harta dan Membuat Berkah Harta

Banyak orang yang tidak mau bersedekah karena takut hartanya berkurang. Tapi bukankah yang mengatur rezeki itu Allah? Lalu kenapa mesti takut bersedekah?.

Bersedekah justru akan menambah rezeki kita, rezeki tidak hanya berbentuk materi namun bisa juga dengan memiliki teman yang solih, tetangga yang ramah, suami atau isti yang taat pada Allah serta anak-anak yang solih dan solihah.

Rasulullah SAW bersabda :

“Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan hamba yang ringan memaafkan (atas kesalahan sudaranya) pasti akan Allah tambahkan kewibawaan bagi dirinya” (HR. Muslim No. 2588).

3). Bersedekah Berbentuk Apa Saja

Sedekah tidak harus berupa uang, buah, makanan atau materi yang lainnya. Namun sedekah bisa berbentuk hal yang lain.

Dengan adanya hal ini maka sedekah tidak hanya berlaku untuk orang kaya atau mampu saja namun shodaqoh juga berlaku untuk orang yang tidak memiliki harta berupa materi.

Shodaqoh bisa berupa senyuman kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut  ” Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh”, maka dari itu ketika kita bertemu dengan seseorang bahkan seseorang yang tidak kita kenal sekalipun kita dianjurkan untuk tersenyum. Bahkan ketika orang itu memusuhi atau bersikap memusuhi kita maka balaslah dengan senyum.

Karena senyum bisa merubah segalanya.

Bersedekah bisa juga berupa menyingkirkan gangguan yang berada di jalan. Seperti sabda Rasulullah SAW berikut ” Ketika kamu menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan (tempat lewatnya manusia) itu adalah sedekah bagimu” (HR. Bukhori. Maka dari itu ketika ada sesuatu yang menganggu di jalan kita dianjurkan untuk menyingkirkannya.

Jadi, tidak memiliki uang bukan alasan untuk tidak bisa bersedekah. Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah.

4). Orang yang Bersedekah Mendapat Naungan Pada Hari Akhir

Ketika itu Rasulullah SAW menceritakan 7 orang yang akan mendapatkan naungan-Nya pada hari di mana tak ada naungan selain naungan dari Nya yaitu hari akhir.

Dan yang termasuk dalam orang yang mendapat naungan ini salah satunya adalah orang yang bersedekah

رجل يصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

” Seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalanya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan (yang diperbuat) tangan kanannya” (HR. Bukhari No. 1421)

5). Berlipatnya Pahala

Ketika kita menyedahkan sesuatu untuk orang lain Maka Allah akan membalas kita dengan pahala yang berlipat dari apa yang kita beri untuk orang lain.

Allah berfirman di dalam al-qur’an surat al-baqarah ayat 261 yang artinya :

” Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (menshodaqohkan) harta bendnya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan dalam tiap-tiap untainya terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah maha luas (Anugrah-Nya) lagi maha mengetahui” (QS. Al-Baqoroh : 261).

Dan juga terdapat dalam surat al-hadid ayat 18 :

انَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya :

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak (QS. Al-Hadid).

6). Terdapat Pintu Surga Khusus

Nanti di surga kelak ada pintu sirga yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang bersedekah dijalan-Nya.

من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة

Artinya :

“Orang yang memberikan (menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dan panggilan tersebut berasa dari salah satu pintu surga “Wahai hamba Allah kemarilah untuk menuju kenikmatan” . Jika dia berasal dari orang yang rajin menunaikan shalat maka dia akan dipanggil dari pintu sholat. Jika dia dari kalangan para mujahid maka dia akan dipanggil dari pintu jihad. Namun jika dia gemar bersedekah maka ia akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR. Bukhari No. 3666, Muslim No. 1027).

7). Sedekah Bukti Keimanan

Sedekah bisa menjadi bukti keimanan seseorang terhadap Allah.

Seperti dalam hadist Rasulullah SAW bersabda :

والصد قة برهان

“Dan sedekah adalah bukti” (HR. Muslim No. 223)

Imam Nawawi menjelaskan maksud dari sedekah adalah bukti adalah bukti imannya seseorang. Shadaqah disebut shodaqoh karena untuk membuktikan kebenaran imannya.

8). Sedekah Membebaskan Siksa Kubur

Sesuai sabda Rasulullah SAW :

إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan api siksa dalam kubur” (HR. Thabrani di shahihkan Al Albani dalam shahih At Targib no. 873).

9). Orang Yang Bersedekah Merasakan Lapang Dada Dan Hati Yang Bahagia

Rasulullah SAw Bersabda tentang perbedaan orang pelit dan dermawan  :

مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ، أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ، فهو يوسعها ولا تتسع

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Pasti setiap orang yang bershodaqoh merasakan hati yang lebih bahagia dan lapang dari sebelumnya.

10). Pahala Sedekah Terus Berkembang

Pahala shoaqoh akan terus berkembang walaupun itu hanya kecil.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian merawat seekor anak kuda lalu dia menjadi banyak. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa tumbuh hingga sebesar guung uhud” (HR. At- Tirmidzi 662, ia berkata hadist ini hasan shahih).

11). Sedekah Menjauhkan Dari Kecurangan

Maksudnya kecurangan di sini adalah kecurangan dalam jual beli.

Rasulullah Saw bersabda :

يا معشر التجار ! إن الشيطان والإثم يحضران البيع . فشوبوا بيعكم بالصدقة

Artinya : “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa hadir dalam jual beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah”

(HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata bahwasanya hadist ini hasan shahih).

Macam-Macam Shodaqoh

Shodaqoh ada berbagai macam diantaranya :

  • Bacaan Tasbih, Tahlil dan Tahmid
  • Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
  • Bekerja dan mencari nafkah untuk diberikan pada sanak keluarga
  •  mempermudah urusan orang lain.
  • Mendamaikan dua orang yang sedang berselisih
  • Menjenguk Orang yang tertimpa musibah atau sakit
  • Senyum kepada orang lain (tidak berwajah cemberut)
  • Berlomba-lomba dalam kebaikan dan ibadah kepada Allah.

Kesimpulan

Ketika manusia meninggal kelak salah satu hal yang akan disesali adalah tidak bersodaqoh semasa hidupnya.

Maka dari itu perbanyak sedekah selama masih diberi kesempatan hidup.

 

 

Cukup Sekian

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Macam-Macam Amal Jariyah Dan Penjelasannya, Lengkap!!

Amal Jariyah- Setiap manusia mempunyai amal kebaikan dan keburukan. Namun, ketika dia meninggal segala amalannya terputus.

Ketika meninggal dunia manusia tidak membawa apapun di alam kubur. Manusia hanya membawa segala amalannya baik itu amalan buruk atau amalan baik.

Segala amalan manusia akan berhenti dan tidak dihitung lagi ketika dia sudah meninggal, jadi kebaikan dan keburukannya akan terputus ketika dia sudah tiada.

Namun, Allah memberikan kepada kita, manusia kesempatan untuk beramal yang di mana ketika kita melakukan amalan tersebut maka pahalanya akan mengalir terus-menerus bahkan ketika kita meninggal pun pahalanya tidak akan berhenti.

Dan amalan tersebut disebut amal jariyah.

Nah, kali ini kita akan membahas tentang amal jariyah.

Amal Jariyah

Amal Jariyah yaitu amal yang terus menerus mengalir pahalanya tanpa henti walau pun orangnya sudah meninggal.

Sesuai Bunyi hadist :

Dari Abu Hurairah R.A, berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda :

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، وعلم ينتفع به، وولد
(صالح يدعو له. (رواه مسلم
” Apabila telah mati salah seorang dari  anak cucu Adam  maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak salih yang mendoakan ke dua orangtuanya” (H.R Muslim, no, 1631)
Penjelasan dari hadist di atas adalah :

Sedekah jariyah

Ketika seseorang bersedekah dan manfaatnya masih ada walau pun orang yang bersedekah tersebut sudah meninggal. Contoh dari amal jariyah yaitu wakaf, maksud wakaf di sini adalah memberikan kepemilikan harga untuk kepentingan umat. Sehingga ketika harta tersebut mendatangkan manfaat untuk umat maka pahalanya akan terus mengalir meski yang memakafkan harta tersebut telah meninggal.

Ilmu yang bermanfaat

Maksudnya ketika seseorang mengajari orang lain tentang ilmu agama lalu orang yang di ajari tersebut mengamalkan ilmu tersebut maka orang mengajari akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.

Walaupun orang yang mengajari tersebut telah meninggal namun pahalanya akan terus mengalir selama ilmu tersebut bermanfaat bagi semua orang.

Seperti yang dikatakan oleh seorang alim :

من سن سنة حسنة فله اجر مثـل اجر فاعله

“Barang siapa yang memberi contoh yang baik (kepada seseorang) maka (dia akan mendapat) pahala seperti pahalanya pelaku kebaikan tersebut”

Maksudnya di sini walaupun dia tidak melakukan amalan kebaikan tersebut namun dia mengajari orang amalan kebaikan dan orang tersebut mengamalkannya maka orang yang mengajarinya mendapat pahala yang sebanding dengannya.

Anak Soleh Yang Mendoakan Orang tuanya

Berdasarkan hadist di atas menurut para ulama doa anak soleh untuk orang tuanya yang sudah meninggal akan tersampaikan kepada sang mayit.

Bahkan jika anak nya tersebut tidak mendoakannya namun anaknya tersebut telah di didik dengan baik dan mengamalkan kebaikan tersebut maka pahalanya akan mengalir pada orang tuanya.

Penjelasan Lain

Dalam Hadist lain disebutkan ada 7 amalan yang pahalanya akan mengalir terus-menerus walau sudah meninggal, bunyi hadist tersebut yaitu :

Dari Abu Hurairah R.a, Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

 

“Sesungguhnya terdapat amalan yang dilakukan oleh orang beriman dari semua amalan kebaikan yang dia lakukan setelah kematiannya (pahalanya mengalir) yaitu :

  1. ilmu yang dia ketahui dan dia menyebarkan serta ia mengajarkannya.
  2. Seorang anak solih yang ia tinggalkan (karena kematiannya).
  3. Al-Qur’an yang dia wariskan
  4. Masjid yang dia bangun dan (masjid) tersebut bermanfaat
  5. Rumah bagi ibnu sabi (dia menyediakan rumah tersebut untuk di huni oleh mereka yang membutuhkan seperti musafir yang terputus perjalanannya).
  6. Sungai yang ia alirkan (bisa juga dia membangun sumur untuk orang-orang yang membutuhkan dan kekeringan).
  7. Sedekah yang dikeluarkannya di saat dia masih sehat dan hidup.

Semua itu akan tetap mengalir pahalanya walaupun dia sudah meninggal.” (H.R. Ibnu Majah, no. 242, Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman. Hadist ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Al-Mundziri. Syaikh Al-Abani mengatakan bahwa hadist ini hasan).

Dalam sebuah syairnya Imam Suyuthi R.a menyebutkan :

إِذَا مَاتَ اِبْن آدَم لَيْسَ يَجْرِي        عَلَيْهِ مِنْ فِعَال غَيْر عَشْر

عُلُوم بَثَّهَا وَدُعَاء نَجْل              وَغَرْس النَّخْل وَالصَّدَقَات تَجْرِي

وِرَاثَة مُصْحَف وَرِبَاط ثَغْر        وَحَفْر الْبِئْر أَوْ إِجْرَاء نَهَر

وَبَيْت لِلْغَرِيبِ بَنَاهُ يَأْوِي          إِلَيْهِ أَوْ بَنَاهُ مَحَلّ ذِكْر

وَتَعْلِيم لِقُرْآنٍ كَرِيم                فَخُذْهَا مِنْ أَحَادِيث بِحَصْرٍ

 

“Apabila anak cucu adam (manusia) meninggal dunia, maka semua amal kebaikannya berhenti, kecuali sepuluh perkara :

  1. Ilmu yang bermanfaat (yang dia sebarkan dan bermanfaat)
  2. Do’a dari anak solih untuk orang tuanya)
  3. Menanam kurma (dan bermanfaat)
  4. Sedekah jariyah
  5. Mewariskan mushaf (Al-Qur’an)
  6. Menjaga di perbatasan
  7. Menggali sumur atau mengalirkan sungai agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
  8. Membangun rumah untuk orang asing (musafir).
  9. Membangun majelis dzikir (sehingga bisa digunakan dan bermanfaat bagi orang lain dalam melakukan kebaikan).
  10. Mengajarkan Al-Qur’an (walau tidak semua).

Ambillah dari hadist yang telah diringkas.

Sekian 🙂

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

 

Jenis Komponen Laporan Keuangan, Lengkap!!

laporan, pembukuan, kertas

Komponen laporan keuangan- Laporan keuangan adalah salah satu hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan ataupun organisasai.
Laporan keuangan juga merupakan sumber informasi keuangan yang penting dan biasanya digunakan untuk kepentingan suatu perusahaan dan bisnis yang sehat.

Komponen laporan keuangan memiliki sifat krusial atau memiliki sifat yang sangat transparan.
Analogi sebuah komponen keuangan adalah seperti sebuah blok bangunnan yang tersusun rapi hingga menjadi sebuah bangunan yang utuh.
Blok-blok ini mewakili atau mempresentasikan angka-angka, berbagai sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya ekonomi tersebut, dan juga dalam setiap transaksi yang dilakukan dapat membuat perubahan dalam sumber daya dan klaim tersebut.

Komponen Laporan Keuangan

Laporan keuangan memiliki tiga komponen utama yang memiliki pengaruh secara krusial, yaitu Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas.

Berikut adalah komponen utama dari laporan keuangan :

A. Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu dari komponen laporan keuangan. Laporan neraca bisa juga disebut dengan Balance Sheets.

Laporan neraca merupakan salah satu bagian dari komponen laporan keuangan yang krusial

Di dalam laporan neraca digambarkan kekuatan dan kesehatan finansial suatu bisnis.

Laporan neraca secara teknis menunjukkan satu sisi berupa aset-aset yang dimiliki dan digunakkan untuk keperluan bisnis. Dan di sisi lain laporan neraca bisa berupa sumber daya untuk mendanai kepemilikan aset tersebut.

Dengan kata lain, laporan neraca merupakan laporan mengenai aset, kewajiban atau liabilitas dan juga modal suatu bisnis pad satu titik waktu tertentu.

Laporan Neraca memiliki komponen penting yaitu :

1.) Aset

Ada dua jenis aset yaitu aset yang berwujud (Tangible) dan tidak berwujud (Intangible).

Kedua jenis aset tersebut dikendalikan dengan harapan bahwa aset tersebut akan memberikan manfaat di masa depan bagi perusahaan atau pun bisnis.

Aset berwujud terdiri dar aset lancar dan aset tetap. Aset lancar terdiri dari beberapa komponen yaitu persediaan, piutang, perlengkapan dan investasi jarak pendek lainnya.

Sedangkan aset tetap adalah aset yang bersifat menetap contohnya bangunan, peralaan, kendaraan, dan sumber daya fisik lainnya.

Sedangkan aset tidak berwujud terdiri dari hak atas segala kepemilikan dan sumber daya non-fisik lainnya.

Contoh dari sumber daya non-fisik adalah hak cipta, hak paten, Goodwill, saham dan lainnya. Sumber daya non-fisik bisa berupa sesuatu yang memberikan nilai pada bisnis.

2). Kewajiban (Liabilitas)

Kewajiban atau sering juga disebut Liabilitas adalah utang atau kewajiban hukum perusahaan yang harus dibayar yang timbul selma aktivitas operasional bisnis berjalan.

Kewajiban perusahaan biasanya diselesaikan atau dilunasi ketika sudah jatuh tempo yang berlaku melalui transfer manfaat ekonomi seperti uang kas, barang atau bisa juga jasa.

Hutang dibayar dengan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan kepada pihak yang dihutangi.

Akun kewajiban meliputi utang lancar, utang jangka panjang, gaji, bunga, simpanan pelanggan dan kewajiban lain kepada pihak ketiga.

Dilihat dari jangka waktu jatuh tempo, kewajiban ada dua jenis yaitu kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

  • Hutang lancar atau jangka pendek adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu setahun atau bisa juga kurang dari setahun. Contohnya seperti hutang dagang, hutang wesel dan lainnya.
  • Hutang Jangka panjang adalah kewajiban atau hutang yang waktu pelunasannya lebih dari setahun. Contohnya hutang hipotek, hutang obligasi dan yang lainnya.

3). Ekuitas (Laporan perubahan modal)

Suatu perusahaan tidak akan pernah berjalan tanpa adanya Ekuitas.

Ekuitas adalah modal yang disediakan untuk dibagikan kepada pemegang saham. Modal adalah yang bisa menentukan berputarnya roda perusahaan.

Pembuatan laporan perubahan modal bertujuan untuk mengetahui perkembangan perusahaaan.

Ekuitas suatu perusahaan dapat ditingkatkan dengan cara mendapatkan dana lebih banyak dari investor atau bisa juga dengan cara meningkatkan laba perusahaan.

Struktur pembuatan laporan perubahan modal terdiri dari investasi, saldo laba rugi, kepemilikan pribadi.

B. Profit dan Loss atau Income Statement (Laporan Laba Rugi)

Komponen laporan keuangan berikutnya adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi merupakan bentuk laporan yang berisi informasi tentang hasil usaha dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu tetapi biasanya dipublikasikan setiap akhir tahun.

Laba Rugi merupakan selisih antara pendapatan dengan biaya-biaya.

Laporan laba rugi memiliki komponen-komponen yaitu :

1). Pendapatan

Pendapatan merupakan aliran kas masuk dari hasil penjualan barang atau jasa kepada konsumen atau pelanggan.

Adanya aliran kas masuk akan mengakibatkan naiknya nilai aktiva. Pendapatan dari penjualan bersih perusahaan merupakan pendapatan kotor setelah dikurangi diskon dan retur penjualan.

Pendapatan juga bisa dibilang “Top Line” dari laporan laba rugi.

2). Pengeluaran/ Biaya

Pengeluaran atau biaya adalah arus kas keluar yang digunakan untuk produksi barang, memberikan layanan atau aktivitas operasional lain yang terkait dengan pengeluaran perusahaan.

Yang termasuk pengeluaran bisnis yang bersifat umum adalah upah atau gaji, biaya administrasi, biaya penjualan, biaya depresiasi aset dan biaya bunga yang dibayarkan atas pinjaman.

Tetapi pembelian aset seperti bangunan atau peralatan yang dibutuhkan bukan merupakan pengeluaran/ biaya.

Harga Pokok Penjualan (HPP) termasuk dalam kategori biaya dalam laporan laba rugi. HPP merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang selama periode tertentu.

Yang termasuk komponen HPP adalah bea masuk, biaya angkut pembelian, dan retur pembelian untuk mengubah persediaan menjadi persediaan tersedia untuk dijual.

3). Gain (Keuntungan di Luar Aktivitas Operasional Bisnis)

Adalah keuntungan yang didapat oleh suatu perusahaan namun keuntungan tersebut didapat di luar aktivitas bisnis.

Merupakan selisih antara total pendapatan dikurangi total biaya-biaya dan terdapat selisih yang lebih besar pendapatan dari biaya maka “kelebihan pendapat” tersebut disebut laba.

Gain juga merupakan peningkatan ekuitas (modal) melalui transaksi priferal atau insidental oleh perusahaan selain dari pendapatan Top line atau investasi oleh pemilik saham.

Biasanya, Gain terjadi pada transaksi yang tidak berulang dan tidak biasa.

Transaksi tersebut seperti keuntungan (Gain) atas penjualan tanah, perubahan harga pasar saham atau bisa juga hibah. Item yang terkait dengan Gain ditampilkan di pos pendapatan lain-lain atau pendapatan Non-Operasional di laporan laba rugi di posisi Bottom Line.

4). Loss (Kerugian di Luar Aktivitas Operasional Bisnis)

Loss merupakan penurunan ekuitas melalui transaksi periferal atau insidental yang dilakukan oleh perusahaan selain dari pengeluaran atau biaya dan distribusi kepada pemilik (deviden).

Loss memiliki banyak jenis yaitu bisa berupa kerugian dari penjualan aset, penurunan nilai aset, atau bisa juga kerugian akibat tuntutan  hukum pada laporan laba rugi.

Loss ditampilkan pada biaya lain atau biaya non-operasional di posisi Bottom Line.

Loss meupakan selisih kebalikan dari laba.

C). Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas merupakan salah satu komponen utama laporan keuangan.

Laporan Arus Kas memuat ringkasan arus masuk dan keluar kas perusahaan. Laporan ini disiapkan pada akhir bulan, kuartal atau tahun.

Posisi likuiditas suatu bisnis akan tercermin pada laporan arus kas suatu perusahaan tersebut. Laporan arus kas juga bisa digunakan sebagai dasr untuk anggaran dan perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Arus Kas :

1). Arus Kas dari Aktivitas Operasi

 Kegiatan operasional bisnis adalah kegiatan yang meliputi produksi, penjualan, pengiriman produk, dan pengumpulan pembayaran dari pelanggan.

Arus kas keluar dapat mencakup pembelian bahan baku, iklan, dan biaya pengiriman produk. Yang termasuk dalam arus kas keluar adalah pembayaran kepada pemasok karyawan, dan pembayaran bunga, depresiasi dan amortisasi.

Sedangkan arus kas masuk terdiri dari penjualan barang dan jasa, penerimaan kas dari hasil royalti, asuransi, penyewaan aset, dan lainnya.

2). Arus Kas dari Aktivasi Investasi

Arus Kas masuk dan keluar yang terkait investasi adalah pembelian dan penjualan aset tetap, instrumen utang dan ekuitas di pasar modal, dan item terkait lainnya.

3). Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Di bagian ini akan ditampilkan kegiatan ang membantu perusahaan dalam meningkatkan modal dan membayar return investor.

Arus Kas pada bagian ini terdiri dari pembayaran deviden tunai, penerimaan kas dari penerbitan saham atau obligasi, dan lainnya. Arus kas ini menunjukkan kekuatan finansial perusahaan.

Kesimpulan :

Tiga komponen utama dalam laporan keuangan tersebut merupakan laporan yang paling esensial dan secara umum sering digunakan publik untuk keputusan bisnis.

Sekian 🙂

Semoga Bermanfaat 🙂

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

 

Cara Mengubah Format Video Dengan Mudah, Lengkap!!

komputer, video

Cara Mengubah Format Video- Setiap perangkat memiliki cara untuk mengubah format video. Cara yang dilakukan pun berbeda-beda tergantung pada video dan perangkat yang digunakkan.

Banyak alasan kenapa format video. Tetapi banyak kita dapati alasan orang secara umum mengubah format video karena ukuran file video yang disimpan sangatlah memakan ruang penyimpan.

Maka dari itu banyak orang yang ingin mengubah format video agar ukurannya lebih kecil untuk menghemat penyimpanan perangkat.

Faktor Penentu Kualitas Video

Untuk mengubah format suatu video maka dibutuhkan untuk mengetahui faktor penentu kecocokan terlebih dahulu.

Berikut faktor penting yang perlu diketahui dan diperhatikan ketika akan mengubah format video :

A). Codec

Codec merupakan inti dari sebuah file video yang digunakan untuk disimpan dalam perangkat media digital. Codec jugalah yang menentukan bagus atau tidaknya kualitas dan ukuran suatu video.

Ketika memilih codec pastikan secara teliti agar tidak salah hasilnya, agar hasilnya sesuai harapan.

Ada banyak jenis model codec tergantung format videonya. Ada beberapa jenis codec diantaranya Xvid, Vidx, H.264 dan H.265.

B). Frame Rate

Video adalah kumpulan gambar yang ditampilkan secara berurutan setiap detiknya. Semakin tinggi nilai frame rate maka gerakan dan video akan menjadi semakin halus. Standart kualitas suatu video dikatakan bagus apabila berada pada rentan di atas 25 fps (frame per second).

C). Bit Rate

Merupakan sesuatu yang menunjukkan kecepatan data pada suatu video ketika video tersebut sedang diputar. Bit rate juga sesuatu yang sangat penting.

Jika sebuah player tidak bisa mengimbangi jumlah bit yang terdapat dalam suatu video, maka ketika video diputar tidak akan berjalan secara lancar. Semakin tinggi jumlah bit rate maka akan menghasilkan kualitas video yang bagus dan tidak mengecewakan.

D). Frame Size dan Aspect Ratio

Sebuah video biasanya berbentuk  frame atau kotak, dalam sebuah video panjang dan lebar/tinggi video inilah yang disebut frame size.

Sedangkan asppect ratio adalah hasil dari perbandingan ukuran panjang dan lebar/tinggi dari suatu video. Misal, sebuah video memiliki lebar 2000 pixel dan tinggi/lebar 1500 pixel, maka frame size dari video itu adalah 2000×1500.

Sedangkan untuk aspect rationnya adalah 4:3 yang merupakan hasil perbandingan dari 2000 : 1500. Jika semakin tinggi frame size suatu video maka ketajaman gambarnya akan semakin bagus.

Sedangkan aspect ratio memiliki fungsi menjaga ukuran video agar ukuran video tetap proposional walaupun video diputar di berbagai perangkat dengan lebar layar yang bermacam-macam.

Cara Gampang Mengubah Format Video di Android

Selain ingin mengubah format video, seseorang juga terkadang memformat video agar memiliki video yang berkualitas bagus dan agar memiliki ukuran file yang kecil.

Format video yang bagus salah satunya adalah H.264 pada mp4.  Terkadang seseorang ingin meng-upload video ke sosmed dengan kualitas bagus namun ukuran file nya kecil sehingga tidak menghabiskan banyak paket internet.

Kamu bisa menggunakan pengubah format H.264 pada kualitas tinggi dengan menggunakan aplikasi Video Format Factory, berikut langka-langkah penggunaannya :

  • Langkah pertama download aplikasi Video Format Factory di Play Store
  • Setelah selesai download lalu buka aplikasi klik ikon tambah (+) untuk menambahkan video dari penyimpanan.
  • Selanjutnya pilih format video. Jika ingin bagus hasilnya maka gunakan format factory premium atau pro version karena bisa mendapat lebih banyak ekstensi.
  • Jika ingin hasil video yang bagus maka pilih H264
  • Lalu langkah terakhir klik Convert, tunggu proses rendering selesai.

Dengan menggunakan aplikasi Video Format Factory yang semula video memakan tempat dan kuota hingga 1 GB bisa menghemat menjadi 300 MB.

Aplikasi ini sangat membantu untuk para pengguna perangkat elektronik terutama pengguna handphone android.

Sekian 🙂

Semooga Bermanfaat 🙂