Adab Ketika Membaca Al-Qur’an Yang Wajib Anda Ketahui

Adab Membaca Al-Qur’an Dalam sejarah manusia, belum pernah mendengar ada sebuah kitab seagung kitab suci al-Qur’an. Di dalamnya terdapat banyak sekali beragam ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan terkandung ajakan kepada segala kebaikan yang dengan cara mengamalkannya, manusia akan menjadi sebaik-baik makhluk ciptaan Allah ‘azza wa jalla. Padanya ada kisah-kisah umat terdahulu yang dijadikan pelajaran bagi orang yang datang setelahnya.

Barang siapa yang berhukum dengan al-Qur’an niscaya dia akan memperoleh keadilan yang sesungguhnya. Ayat-ayatnya bagaikan lampu dan rambu-rambu jalan yang menyinari dan menunjuki manusia dalam menapaki kehidupan dunia yang fana ini untuk menuju alam yang hakiki dan abadi.

Dalam Al Quran surat Al Ankabut ayat 45, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membaca Al Quran yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab, hal itu menjadi penginggat kepada Allah SWT.

Arab :

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Latin: utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā ‘anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya’lamu mā taṣna’ụn.

Artinya :

Bacalah Kitab yang telah diwahyukan kepadamu dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Nah dibawah ini saya akan menuliskan artikel tentang adab ketika membawa Al-Quran yang benar.

10 Adab Membaca Al-Qur’an

10 Adab membaca al-qur’an yang dikutip dari buku “Biarkan Al-Quran Menjawab” karya Ust Amin Sumawijaya.

1. Berwudhu Terlebih Dahulu

Al Quran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT ke bumi. Makannnya, tidak ada yang menyentuh Al Quran selain hamba yang disucikan (wudhu) sesuai dalam Quran surat Al Waqiah ayat 77-79

إِنَّهُ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌ {77} فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ {78} لاَّ يَمَسَّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ {79}

Latin :

innahụ laqur`ānung karīm
fī kitābim maknụn
lā yamassuhū illal-muṭahharụn

Artinya :

“Sesungguhnya al-Qur’an itu bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (di Lauh al-Mahfuzh). Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Q.S al-Waqi’ah: 77-79).

2. Berlindung Dari Setan Yang Terkutuk

Hal kedua yang harus dilakukan ketika membaca Al Quran adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT dari setan yang terkutuk. Hal itu dilakukan dengan membaca Taawuz.

Arab:

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Latin:

fa iżā qara`tal-qur`āna fasta’iż billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm

Artinya:

Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

3. Baca dengan Perlahan-lahan Dan Benar

Dalam Al Quran surat Al Muzzammil ayat 4, Allah SWT mengingatkan Umat Islam untuk membaca Quran secara perlahan-lahan.

Arab :

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

Latin :

au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

Artinya :

atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

4. Tidak Mengeraskan Suara

Membaca Al Quran dilakukan sebagai bentuk ibadah mengingat Sang Illahi. Allah SWT dalam Quran surat Al Araf ayat 205 berfirman untuk tidak mengeraskan suara

Arab :

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

Latin :

ważkur rabbaka fī nafsika taḍarru’aw wa khīfataw wa dụnal-jahri minal-qauli bil-guduwwi wal-āṣāli wa lā takum minal-gāfilīn

Artinya :

Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

5. Tidak Tergesa-gesa Dalam Membaca Al-Qur’an

Allah SWT mengingatkan umat Islam untuk tidak membaca Al-Qur’an secara tergesa-gesa. Adab membaca Al Quran itu tertulis dalam Quran surat Taha ayat 114.

Arab :

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Latin :

Fa ta’ālallāhul-malikul-ḥaqq, wa lā ta’jal bil-qur`āni ming qabli ay yuqḍā ilaika waḥyuhụ wa qur rabbi zidnī ‘ilmā

Artinya :

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Ternyata, di balik itu semua Allah SWT menginginkan agar umat Islam bisa membaca secara tartil, yaitu lahan, teratur, dan benar. Tertulis dalam Quran surat Al-Furqan ayat 32

Arab :

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْاٰنُ جُمْلَةً وَّاحِدَةً ۛ كَذٰلِكَ ۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنٰهُ تَرْتِيْلًا

Latin :

wa qālallażīna kafarụ lau lā nuzzila ‘alaihil-qur`ānu jumlataw wāḥidah, każālika linuṡabbita bihī fu`ādaka wa rattalnāhu tartīlā

Artinya:

Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).

6. Membaca Dengan Sabar

Allah SWT berfirman dalam Quran surat Al Qiyamah ayat 16-17 agar umat Islam tidak menggerak-gerakkan lidahnya karena ingin segera bisa membacanya. Namun, harus dengan kesabaran karena Allah SWT yang akan memberikannya sendiri kemampuan tersebut di dalam hati umat-Nya.

Arab : (١٦)لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ

(١٧)اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ

Latin :

lā tuḥarrik bihī lisānaka lita’jala bih
inna ‘alainā jam’ahụ wa qur`ānah

Artinya :

Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

7. Laksanakan Perintah Al-Qur’an

Tak hanya membaca saja, Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk mengikuti apa yang telah diwahyukan di dalam Al Quran. Adab membaca Al Quran itu tertulis dalam Quran surat Al Ahzab ayat 2

Arab :

وَّاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًاۙ

Latin :

wattabi’ mā yụḥā ilaika mir rabbik, innallāha kāna bimā ta’malụna khabīrā

Artinya :

dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

8. Dibaca Yang Mudah Terlebih dahulu

Allah SWT berfirman dalam Quran surat Al Muzzammil agar umat Islam membaca apa yang mudah bagi dirinya terlebih dahulu di dalam Quran. Sebab, Allah tidak menjadikan Al Quran agar umat-Nya susah.

Arab :

اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Latin :

inna rabbaka ya’lamu annaka taqụmu adnā min ṡuluṡayil-laili wa niṣfahụ wa ṡuluṡahụ wa ṭā`ifatum minallażīna ma’ak, wallāhu yuqaddirul-laila wan-nahār, ‘alima al lan tuḥṣụhu fa tāba ‘alaikum faqra`ụ mā tayassara minal-qur`ān, ‘alima an sayakụnu mingkum marḍā wa ākharụna yaḍribụna fil-arḍi yabtagụna min faḍlillāhi wa ākharụna yuqātilụna fī sabīlillāhi faqra`ụ mā tayassara min-hu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aqriḍullāha qarḍan ḥasanā, wa mā tuqaddimụ li`anfusikum min khairin tajidụhu ‘indallāhi huwa khairaw wa a’ẓama ajrā, wastagfirullāh, innallāha gafụrur raḥīm

Artinya :

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

9. Mengambil Ilmu Dari Al-Qura’an

Al Quran merupakan kitab suci yang sempurna berisi semua pengetahuan. Allah SWT pun dalam Quran surat Ibrahim ayat 52 memerintahkan agar umat Islam bisa mengambil pelajaran dari kitab-Nya.

Arab :

هٰذَا بَلٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوْا بِهٖ وَلِيَعْلَمُوْٓا اَنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ وَّلِيَذَّكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Latin :

hāżā balāgul lin-nāsi wa liyunżarụ bihī wa liya’lamū annamā huwa ilāhuw wāḥiduw wa liyażżakkara ulul-albāb

Artinya:

Dan (Al-Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.

10. Perhatiakan Dengan Benar

Dalam Quran surat Al-Araf ayat 204, Allah SWT berfirman mengenai adab mendengarkan Al Qur’an, yakni diam dan memerhatikan dengan benar.

Arab :

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Latin :

wa iżā quri`al-qur`ānu fastami’ụ lahụ wa anṣitụ la’allakum tur-ḥamụn

Artinya :

Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

Leave a Comment