Jogja, Kota Seribu Kenangan

Tidak tepat waktu

 

jam, jam antik, jam huruf romawi, meja kayu
sumber foto: Bruno Glatsch from pixabay

Hari itu matahari bersinar cerah, secerah hatiku yang akan pergi ke luar kota untuk pertama kalinya. sebenarnya tak jauh dari solo namun namanya juga anak rumahan jadi ya seneng-seneng aja gitu yaak di ajak pergi apalagi perginya ke luar solo bisa diibaratkan senengku tuh kayak anak kecil yang di kasih balon sama ibunya. ;v
Jam sudah menunjukkan pukul 05.45. aku dan teman-temanku janjian mau bertemu jam 06.00 di stasiun kereta, aku tergesa-gesa menuju stasiun karena belum beli tiket. Akupun menyuruh adekku untuk mengantarkanku ke stasiun, sampai di stasiun ternyata teman-temanku belum datang dan mereka menyuruhku membeli tiket. Lalu akupun membeli tiket di jam keberangkatan pukul 06.45 karena itu jam paling pagi yang bisa kubeli. Jam sudah menunjukkan pukul 06.10 tapi teman-temanku belum juga datang.
Akupun mengirim pesan kepada mereka ternyata mereka belum dapat bis menuju ke stasiun. Jam  sudah 06.30 mereka belum juga sampai stasiun, aku yang sendirian di stasiun panik menunggu mereka padahal kereta sudah berada di peron, Jam 06.35 mereka belum juga datang dan aku sudah di peron, tahu peron kan? Peron itu tempat menunggu kereta berangkat, dan beberapa menit sebelum keberangkatan kereta merekapun datang, Alhamdulillah lega rasanya.

Pertama kali naik kereta

 

kereta, kereta melaju dengan cepat, rel kereta
sumber foto: njoyharmony on pixabay

Jam sudah menunjukkan pukul 06.45 kereta pun sudah siap berangkat aku dan para penumppang lain berebutan naik kereta karena kita naik kereta lokal dan biasanya kereta lokal itu perlu berebutan untuk dapat tempat duduk.
Perlu di ketahui itu adalah hari pertamaku naik kereta, maklum anak rumahan jadi belum pernah pergi jauh naik kereta :v, aku seperti orang katrok (ndeso) saat pertama kali naik kereta, Oh seperti ini kereta itu (mungkin itu ekpresi pertamaku saat naik kereta), dulu kukira kalau naik kereta itu setiap orang mendapat tempat duduk tapi ternyata tidak, aku tercengang kog aku nggak dapet tempat duduk? kan aku udah beli tiket?!? lalu temankupun menjelaskan bahwa memang kereta lokal atau kereta yang perjalanannya hanya 1-2 jam saja itu terkadang kita hanya bisa duduk di bawah saja.
Finally, kita pun harus terima kenyataan bahwa kita harus duduk di bawah dan tidak mendapatkan kursi, tapi tak apa itu akan jadi kenangan yang tak terlupakan dan bisa menjadi kenangan yang bisa di ceritakan untuk anak-cucu kita nanti.

Setelah di dalam kereta baru berasa laparnya, Padahal tadi ketika di stasiun nggak berasa laparnya, aku baru ingat kalau belum makan dari rumah tadi pantas saja kelaparan. dan ternyata teman-temanku nggak bawa makanan, akhirnya kitapun makan roti yang tadi sempet aku beli di jalan tadi.
Bisa di jadikan pelajaran buat besok-besok kalau mau berpergian harus makan dulu biar nggak kelaperan:v.

welcome to jogja

monumen jogja, tugu jogja, malioboro, mobil lewat
sumber foto: pixabay.com

Tak terasa waktu satu jam telah berlalu dan kereta sudah sampai di stasiun maguwo, dan di stasiun inilah aku dapat tempat duduk lalu 15 menit kemudian sampailah ke stasiun tugu, Alhamdulillah walau cuman sebentar tapi cukup untuk mengistirahatkan badan yang cukup lelah karena duduk di bawah bukan duduk di tempat duduk.
Welcome to jogja, kota yang akan membuatmu candu
Welcome to jogja,
Welcome to kota gudeg…
Welcome to kota Istimewa
Welcome to kota yang penuh dengan orang yang kusayangi dan kagumi:v
Sebenarnya rencana pengen ke jogja sudah ada sejak dulu kelas 2 SMA tapi baru kreturutan lulus SMA, nggak papalah ya yang penting keturutan, itung-itung refresh habis UNBK kelas 3 SMA yang berhasil bikin isi kepala mendidih dan membuat senam jantung karena soal-soalnya.
Entah kenapa rasanya seneng banget bisa sampai jogja (jangan di bully), mungkin karena aku dari dulu ngotot pengen ke jogja tapi baru keturutan sekarang:v.
Kita berhenti di stasiun tugu, karena kita nggak punya tujuan selain malioboro (nggak jelas kan yaaak pergi ke jogja tanpa tujuan), dan biar hemat uang juga, karena tugu jogja dengan malioboro deket banget jalan nggak nyampe 30 menit.
Tujuan pertama kita tentu saja malioboro, aku penasaran banget malioboro tuh kayak gimana eh ternyata jalan raya yang pinggirannya ada kursi-kursi yang untuk tempat duduk para pengunjung, kalau di solo diibaratin kayak pasar tri windulah (di situkan banyak kursi kayak taman gitu).
Aku berusaha menghubungi teman-temanku yang tinggal di jogja, namun ternyata mereka sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang sibuk deadline tugaslah, ada juga yang masih di Solo, tapi ada satu orang yang menyempatkan diri bertemu denganku yaitu seorang kakak kelasku 2 tingkat di atasku ketika di pondok dulu, Sebut aja kak Atina.
Sebenarnya dia ada jam pelajaran di kampusnya tapi di sempatkan datang untuk ketemu aku (jadinya terharukan 😊 ), kami saling mencari setelah sekitar 15 menit akhirnya kita ketemu, Dan dia bertanya “Dek, ke jogja mau ke mana?” “nggak tau kak, cuman pengen ke jogja aja tanpa tujuan” jawabku sambil nyengir, Reflek aja aku langsung di omelin “besok lagi kalau ke jogja harus punya tujuan, nggak jelas banget ke jogja tanpa tujuan” hahaha iya kak insyaAllah kalau di kasih kesempatan ke jogja lagi (sayangnya setelah hari itu setiap kali aku ke jogja dia baru sibuk).
Setelah sedikit berbincang-bincang dan berfoto ria (agenda wajib perempuan) :v, diapun berpamitan dan meminta maaf karena nggak bisa nemenin lama-lama, nggak papa kak, mungkin di lain kesempatan dan dalam kesempatan yang lebih baik lagi kita akan bertemu, InsyaAllah, good luck kakak, terima Kasih sudah meluangkan waktu untuk bertemu denganku.

kota penuh turis

Ya, jogja adalah kota penuh dengan turis, Jika kau ke jogja dan ke malioboro maka akan kamu dapati orang dari mancanegara yang begitu banyaknya.
Bolehlah di coba-coba kalau ke jogja ngobrol sama turis-turis itu sekalian mengasah kemampuan bahasa inggrismu.;v
Kata mereka temanku ninja
Aku ke jogja bersama 2 orang temanku dan salah satunya bercadar, ketika kami sedang berjalan-jalan melewati sebuah SD atau mungkin SMP, ah lupa aku.
Ada beberapa dari muridnya yang berkata “eh mbak ngopo di tutupi koy ninja”, Yang lain juga ada yang mengatakan “eh, Mbak kui koncomu ninja to?”, Astaghfirullah rasanya tuh pgen marah tapi gimana gitu, Akhirnya kita diem aja.
Semoga Allah menjadikanmu anak soleh ya nak di kemudian hari. 😊
Untuk temanku semoga engkau selalu Istiqomah di jalanNya.

Benteng vredeburg, benteng penuh sejarah.

 

Tugu, benteng vanstenburg, pohon
sumber foto : Fakhri Labib from pexels.com

Benteng verdeburg adalah salah satu benteng yang berada di jogja, Kita memutuskan untuk mengunjungi benteng tersebut.
Di dalamnya banyak sekali barang-barang berharga di zaman sejarah dahulu, banyak sekali pelajaran yang bisa di ambil di museum itu.
Untuk tiket masuk kita hanya perlu membayar tiket masuk seharga 3000 dan kita sudah bisa mmendapatkan ilmu yang banyak di situ.

Bye bye Jogja

Tak terasa hari sudah sore, kami mendapat tiket dengan jam keberangkatan pukul 16.45, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk makan terlebih dulu, soto di daerah jogja itu ada kubisnya beda dengn soto di solo.
Terima kasih jogja untuk semua pengalamnnya
Terima kasih jogja untuk segala momentnya……
Entah kenapa sejak hari itu jogja menjadi kota yang selalu ingin ku kunjungi, tak tau kenapa jogja menjadi kota candu, dia memiliki daya tarik tersendiri untuk di kunjungi.

Sekian cerita untuk hari ini, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membacanya.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh, sekian dan terima kasih 😊

Leave a Comment